Info Terkini

Permalink to Saya Terkena Thorachic Outlet Syndrome

Saya Terkena Thorachic Outlet Syndrome

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Perkenalkan saya Santi, usia 24 tahun, saat ini sedang melanjutkan study di Jepang. Sehari-hari saya selalu duduk didepan komputer dan terkadang melakukan aktivitas field trip.

Saya mempunyai keluhan mbak, keluhan ini baru saya rasakan 1 bulan ini. Awalnya tangan dan kaki saya kesemutan, saya pikir biasa-biasa saja. Setelah 1 minggu kemudian, leher kanan saya bengkak, dan sangat sakit, kemudian tangan kanan saya menjadi bengkak dari jempol ke telapak tangan. Setelah 3 hari kemudian telapak tangan saya menjadi baal dan bengkak mbak. Saya kesulitan untuk menggenggam tangan saya.

Dan sekarang sudah seminggu lebih belum hilang baal-nya. Selang beberapa hari, telapak kaki saya menjadi baal dan bengkak, tetapi hanya di bagian telapak kakinya saja.

Saya sudah melakukan pengobatan ke dokter di Jepang, saya rontgen dan hasilnya normal.  Kemudian saya pergi ke dokter orthopedy dan dokter mengatakan saya terkena Thorachic Outlet Syndrom, dan dokter memberikan saya neurobion, suntikan obat di leher karena saya tidak bisa tidur setiap malam karena nyeri di leher  dan harus melakukan akupuntur di bagian leher dan lengan atas sebelah kanan setiap minggu.

Minggu ini saya sudah melakukan akupuntur, setelah diakupuntur,  kepala terasa pusing dan penglihatan berkunang-kunang.  Namun leher menjadi hilang rasa nyeri dan rileks. Sakit leher saya memang sudah berjalan 3 bulan, kadang sakit kadang hilang, saya pikir hanya karena kelelahan. Namun sampai sekarang masih baal di telapak tangan dan telapak kaki saya.

Saya sudah membaca literatur-literatur yang berkaitan dengan keluhan saya ini, namun saya semakin bingung. Baal di tangan serasa sangat mengganggu aktivitas saya. Dan dokter orthopedy disini juga masih melihat perkembangan kondisi saya.

Saya juga sudah pergi ke dokter tulang untuk mengecek apakah ada kaitan dengan sumsum tulang belakang, namun hasilnya kondisi tulang saya sangat baik dan hasil rontgennya tidak ada kelaian/ penyakit.

Saya berencana untuk pergi ke dokter syaraf. Bagaimana penyakit saya ini? Apakah diagnosa dokter di Jepang sudah tepat? Apakah ada pengobatan herbal yang bisa menyembuhkan penyakit saya ini?.Terima kasih atas waktunya.

 

Santi Dwi Pratiwi
sdp_geologist@yahoo.co.id

JAWAB:

Wa’alaikum salam.

Buat adik Santi, bila memperhatikan gejala-gejala yang Anda sebutkan memang mengarah pada apa yang disebut dengan Thoracic Outlet Syndrome (TOS), yakni gangguan kompresi pembuluh darah atau syaraf di torak. Thoraic Outlet terletak diantara dasar leher dan ketiak. Area ini dikelilingi oleh otot, tulang, dan jaringan-jaringan lain.

Mengapa kompresi bisa terjadi? Segala kondisi yang berakibat pada pembesaran atau pergeseran jaringan-jaringan di sekitar thoracic outlet bisa mengakibatkan terjadinya TOS. Termasuk dalam hal ini adalah pembesaran otot karena olahraga, misalnya angkat besi dan aktivitas olahraga lainnya. Bisa juga karena peningkatan berat badan dan perubahan postural lainnya. Atau bisa juga lantaran  adanya tumor pada puncak paru, tetapi hal ini jarang terjadi. Seringkali penyakit ini timbul tanpa penyebab spesifik.

Gejala-gejala umum penyakit ini biasanya bisa dikenali dari kondisi seperti berikut ini:

1.  Pembengkakan atau spasme pada lengan atau tangan.

2.  Perubahan warna kebiruan pada tangan.

3.  Perasaan berat di lengan atau tangan.

4.  Nyeri pada leher dan bahu yang meningkat pada malam hari.

5.  Mudah lelah pada lengan dan tangan.

7.  Kurang kuat ketika memegang atau mengangkat sesuatu

 

Selain itu, TOS juga biasanya juga memiliki gejala-gejala neurologis seperti berikut:

1. Parasthesia atau kesemutan di sepanjang lengan dan telapak.

2. Kelemahan otot dan atrofi  pada otot-otot mencengkeram, thenar dan intrinsik tangan.

3. Kesulitan melakukan aktifitas motorik halus.

4. Kram pada otot lengan.

5. Nyeri pada lengan dan tangan.

6. Kesemutan dan mati rasa pada leher, bahu, lengan dan tangan.

Lantas apa bedanya dengan syaraf kejepit (pinched nerve)? Secara umum emmang ada kesamaan, karena sama-sama menyangkut sumbatan atau kompresi pada syaraf. Bedanya adalah pada lokasi syaraf atau pembuluh darah yang terkena syndrome.

Karena itu pengobatan kedua jenis penyakit ini juga tidak jauh berbeda, yakni memperlancar aliran syaraf atau pembuluh darah dengan melonggarkan ruang yang dilaluinya, dalam hal ini adalah area torak.

Biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan aktivitas dan gerakan-gerakan untuk menormalkan kembali posisi dan ruang syaraf yang terganggu tersebut. Misalnya latihan-latihan mengangkat bahu dan lain-lain, baik di rumah atau tempat kerja. Tujuannya untuk mengendurkan otot-otot di sekitar thoracic outlet.

Penderita TOS disarankan untuk menghindari posisi-posisis dengan lengan direntangkan atau diatas kepala. Misalnya saat  tidur, jangan merentangkan tangan keatas dibelakang kepala. Selain itu juga sebaiknya menghindari aktivitas yang melelahkan secara fisik, termasuk mengangkat beban yang berat. Sedangkan bagi pasien yang berbadan gemuk, disarankan untuk menurunkan berat badan.

Sementara untuk penderita yang sudah parah umumnya dokter akan menyarankan cara operasi, yakni untuk memberi ruang pembukuh darah yang terjepit atau terkenan tekanan di area thoracic outlet tersebut.

Apakah penyakit ini bias disembuhkan dengan herbal? InsyaAllah bisa. Kami memiliki ramuan khusus yang merupakan kombinasi berbagai jenis tanaman herbal, untuk mengembalikan agar syaraf atau pembuluh darah kembali ke posisi normal. Sehingga gejala-gejala menyiksa yang selama ini dirasakan pasien bisa hilang dan normal kembali.

Bila Anda berminat melakukan pengobatan di klinik kami, silakan kirimkan rekam medis atau hasil uji lab Anda kepada kami via email. InsyaAllah kami akan menyiapkan obat yang tepat bagi adik. Terimakasih.

 

 

Tidak Ada Artikel Terkait Yang Ditemukan.


1 Comment to Saya Terkena Thorachic Outlet Syndrome

  1. nuryanti

    mba saya mau tanya saya kena fam tapi kata dokter tidak ganas tapi saya khawitir……dan disuruh operasi.kalau bisa saya mau sembuh tanpa operasi.bisa ga mba ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *

Index