Info Terkini

Permalink to Saya Menderita Hydrosalpinx Kiri dan Perlengketan Rahim Kiri

Saya Menderita Hydrosalpinx Kiri dan Perlengketan Rahim Kiri

Assalamualaikum wr wb

Selamat siang Jeng Ana, saya wanita usia 24 tahun, menderita hydrosalpinx kiri, dan bisul yang ada di indung telur kiri, serta perlekatan rahim kiri, perut kiri bawah saya juga rasanya panas nyeri berkepanjangan dan terus menerus keputihan berwarna hijau.

Kata dokter itu bakteri anaerob, sudah 2 tahun ke dokter dan selalu diberi antibiotik macam-macam, sudah 21 jenis antibiotik saya minum, termasuk antibiotik yang disuntikkan, terakhir saya periksa ke dokter, kata dokter harus di hydrotubasi atau dikeluarkan cairan yang ada di tuba, kemudian disemprotkan obat melalui HSG dengan tujuan agar obatnya langsung mengenai bisulnya (tepat sasaran).

Dokter bahkan sudah tidak lagi memberi saya antibiotik, saya takut sekali dengan pengobatan seperti itu, saya mau tanya Jeng, bagaimana solusinya? Apakah di klinik herbal jeng ana sudah pernah ada pasien yang sakit seperti itu dan sembuh total dengan pengobatan Jeng Ana. Terimakasih jeng ana.mohon balasannya.

Wassalamualaikum wr wb

Mulatsih
mulat09756@yahoo.com

JAWAB:

Wa’alaikum salam. Rupanya ibu mengalami masalah kewanitaan yang cukup banyak, namun bila dikaji secara mendalam sebenarnya saling terkait antara satu dengan lainnya.

Baiklah, kita bahas saja satu per satu, mulai dari hydrosalpinx (hidrosalfing), yakni kondisi dimana terjadi sumbatan pada saluran telur wanita (tuba fallopi) dan terisi cairan (hidro).

Sumbatan ini tentunya mengakibatkan sel telur tak bisa dibuahi sperma, atau embrio yang terbentuk tidak dapat masuk ke rahim untuk berkembang. Inilah yang mengakibatkan sulitnya terjadi kehamilan pada Anda.

Bisa pula terjadi pembuahan, tetapi embrio tidak dapat tertanam di rahim, melainkan di saluran fallopi. Keadaan ini yang sering disebut kehamilan ektopik dan secara umum sering disebut hamil di luar kandungan (rahim). Risiko kehamilan ektopik akan meningkat seiring kejadian infeksi pada saluran falopi.

Tuba fallopi sering juga disebut oviduct, merupakan sepasang saluran yang berada pada rongga panggul, di antara rahim dan indung telur. Panjangnya sekitar 7,5-10 cm. Meski ukurannya kecil, namun saluran ini memegang peranan sangat penting dalam proses ovulasi dan pembuahan.

Secara umum, satu buah telur dikeluarkan oleh salah satu indung telur setiap bulannya. Sel telur lalu turun ke tuba fallopi untuk bertemu sperma dan terjadilah pembuahan. Telur yang sudah dibuahi akan meluncur ke dalam rahim. Hanya satu saluran telur yang diperlukan untuk terjadinya proses ini. Itu sebabnya, bila terjadi sumbatan di salah satu falopi saja, proses ovulasi dan pembuahan bisa terjadi.

Kasus yang seprti Anda alami ini banyak juga dialami para wanita lain. Sedikitnya sekitar 25 persen kasus kesuburan adalah disebabkan oleh gangguan pada tuba fallopi. Banyak penyebab terjadinya penyumbatan, diantaranya karena perlengketan. Sedangkan perlengketan bisa terjadi karena berbagai sebab. Kebanyakan disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi bakteri ini sebenarnya merupakan infeksi rendah. Maksudnya infeksi berada di mulut rahim ke bawah. Namun, bakteri kemudian berkembang biak hingga menjadi infeksi tinggi, yaitu terjadi dari mulut rahim ke atas, ke daerah rahim.

Sumbatan bisa juga terjadi karena kelainan bawaan, seperti tidak terbentuknya tuba fallopi. Masalah endometriosis juga dapat menyebabkan sumbatan pada saluran telur. Endometriosis adalah tumbuhnya dinding endometrium di tempat yang tidak sebenarnya. Harusnya endometrium tumbuh di lapisan terdalam rahim. Nah, pada endometriosis, endometrium tumbuh di luar.

Bila Anda melakukan pengobatan secara medis, banyak cara yang biasanya ditempuh, mulai dari yang ringan dengan memberikan obat-obatan yang umumnya berupa antibiotik hingga cara operasi.

HSG (Histero Salping Grafi) yang Anda sebutkan sebenarnya bukan merupakan tindakan pengobatan, melainkan cara untuk mengetahui lokasi dimana penyumabatan terjadi. Dalam cara ini akan dimasukkan cairan kontras ke dalam vagina menuju rahim melalui saluran fallopi. Dari situ, dokter bisa melihat sumbatan yang terjadi untuk kemudian dilakukan tindakan.

Baru setelah itu dilakukan tindakan, diantaranya dengan cara Hydrotubasi seperti yang Anda lakukan. Caranya sama dengan HSG. Hanya saja cairan yang dimasukkan adalah larutan obat atau antibiotik.

Sedangkan mengenai bisul di indung telur, kami tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya, karena penjelasan Anda kurang mendetail. Bisa saja itu merupakan kista, tetapi juga bisa bisul biasa yang terjadi akibat infeksi.

Sementara mengenai keputihan yang berwarna hijau itu menunjukkan bahwa keputihan yang Anda alami bukanlah keputihan biasa, melainkan keputihan yang sudah bersifat patologis, yakni akibat terjadinya infeksi tadi. Karena itu dokter biasanya memberikan antibiotik untuk mengobatinya.

Masalahnya pengobatan dengan menggunakan antibiotik tidak selalu berhasil, karena memang tidak menyembuhkan dari sumber masalahnya, melainkan hanya membunuh bakteri, kuman atau penyebab lainnya. Bahkan tak jarang penggunaan antibiotik yang berlebihan malah mengakibatkan efek lain, diantaranya meningkatnya resistensi bakteri atau kuman terhadap obat-obatan.

Karena itu banyak pasien yang kemudian beralih menggunakan pengobatan secara herbal yang jelas tidak memiliki efek samping. Klinik kami sudah banyak menangani pasien dengan jenis penyakit ini. Dan bila Anda ingin mengikuti jejak mereka, insyaAllah kami bisa membantunya.

Kami memiliki ramuan khusus yang mengkombinasikan sejumlah jenis tanaman herbal dengan dosis tertentu yang telah disesuaikan dengan kondisi pasien. Syaratnya, Anda harus memiliki hasil uji lab/USG/HSG atau rekam medis lainnya sebagai bahan kami untuk melakukan pengobatan secara lebih tepat.

Sekian jawaban kami, terimakasih.

 

Tidak Ada Artikel Terkait Yang Ditemukan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Index