Info Terkini

Permalink to Saya Alami Kehamilan Kosong, Apa Yang Harus Dilakukan?

Saya Alami Kehamilan Kosong, Apa Yang Harus Dilakukan?

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Jeng Ana yang saya hormati, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Saya mau konsultasi,usia saya 28 tahun, sudah menikah selama 5 bulan. Sekarang saya sdang hamil usia 3 bulan, tetapi mengalami pendarahan (flek hitam). Setelah di-USG hasilnya memang sedang hamil, tapi hanya ada kantung rahim saja tidak ada janin. Solusi dokter saya disuruh istirahat 2 minggu, siapa tahu sperma yang ada dalam rahim berkembang.

Yang ingin saya tanyakan:
1. Ada masalah/ faktor apa dengan kandungan saya?
2. Apakah ada kemungkinan janin dalam rahim saya berkembang?
3. Apa saja makanan yang harus dikonsumsi dan dilarang?
4. Apa yang harus saya lakukan dengan kondisi seperti ini?
Demikian pertanyaan dari saya,atas jawaban dan solusinya saya ucapkan terimakasih.

Wa’alaikumussalam Wr Wb.

Euis Rahmawati
iez_balabala@yahoo.co.id

 

JAWAB:
Wa’alaikum salam Wr Wb

Buat ibu Euis, kami akan menjawab pertanyaan Anda secara umum saja. Kehamilan kosong dalam dunia medis dikenal dengan istilah Bligted Ovum (BO), yakni suatu kondisi kehamilan yang tidak terjadi dengan sempurna karena kelainan kromosom pada sel telur, sel sperma atau keduanya.

Wanita yang mengalami hamil kosong biasanya mengeluh amenorrhea (tidak datang bulan), keluar banyak darah dari jalan lahir (pervaginam) berwarna merah segar, setelah sebelumnya keluar darah sedikit. Dapat disertai mengantuk, badan lemas, mudah lelah seolah kehabisan tenaga, mual, muntah, nyeri-sakit di payudara, nyeri perut, terutama di perut bagian bawah.

Sedangkan menganai tanda-tanda kehamilan itu sendiri, penderita BO biasanya merasakan hal yang sama dengan kehamilan normal. Ketika dilakukan tes menggunakan test pack menunjukkan hasil positip. Begitu juga dengan gejala-gejala fisik, penderita juga merasakan mual, pusing, payudara mengeras, dan tanda-tanda lain yang umumnya dirasakan wanita hamil normal.

Pada kehamilan kosong memang terjadi pertemuan sel telur dan sperma hingga terjadi pembelahan. Hingga akhirnya muncul plasenta yang berkembang dan membentuk hormon Human Chrionic Gonadtrophin (HCG). Hormon inilah yang menghasilkan tanda-tanda bahwa seseorang sedang mengalami kehamilan.

BO rata-rata baru diketahui setelah lebih dari satu setengah bulan, lewat pemeriksaan Ultrasonografio (USG). Pada pemeriksaan USG ini akan tampak perbesaran kantung kehamilan namun tidak ada perkembangan janin yang mengikuti perbesaran kantung kehamilan tersebut.

Penderita BO biasanya datang ke dokter dengan keluhan adanya bercak pendarahan hitam di usia kehamilan kurang lebih 6-8 minggu, seperti yang Anda alami. Untuk itulah biasanya dokter kandungan melakukan USG kehamilan untuk memastikannya.

Lazimnya, dari USG tersebut dokter akan melihat perkembangan janin apakah telah mencapai 20mm apa belum. Bila janin tidak terlihat atau ukurannya lebih kecil dari 20mm, maka dokter akan memastikan ibu mengalami gejala kehamilan kosong. Biasanya pada kontrol selanjutnya dokter akan mengukur lagi perkembangan janin.

Pada kasus hamil kosong ini, embrio yang tidak dapat berkembang sempurna menjadi janin tersebut dapat keluar sendiri. Dokter ahli kandungan biasanya akan melakukan tindakan suction atau evakuasi berupa kuretase. Umumnya kuretase dilakukan sebelum usia kehamilan 14 minggu untuk mengurangi komplikasi, seperti: perdarahan, infeksi, perforasi uterus (berlubangnya rahim), dsb. Teknik kuretase dapat menggunakan kuret tajam atau vakum.

Kabar baik untuk wanita yang mengalami kehamilan kosong adalah jarang terjadi secara berulang. Memang kehamilan tanpa janin itu biasa dialami wanita pada kehamilan pertamanya. Sehingga, tidak bermasalah jika dia memutuskan untuk segera hamil lagi. Yang harus diperhatikan adaah unsur psikologis dari calon ibu tersebut.

Apalagi berbagai keluhan yang dialami layaknya wanita hamil normal. Seringkali hal itu menimbulkan kekecewaan dan kesedihan yang mendalam, apalagi bila ini merupakan kehamilan pertama. Bila ingin hamil lagi, disarankan untuk menunggu selama dua bulan atau cukup sekitar 1-3 siklus menstruasi yang teratur setelah kejadian ini.

Menurut studi epidemiologi, dari 100 wanita hamil, ada 10-15 orang yang mengalami hamil kosong. Umumnya kejadian ini dialami wanita berusia 40 tahun, sekali seumur hidup, dengan prevalensi (angka kejadian) 40-60%. Uniknya, semakin lanjut usia pasangan dan semakin banyak jumlah anak, maka semakin besar risiko terjadinya hamil kosong. Biasanya kondisi ini diketahui di antara 8-13 minggu dari usia kehamilan.

Jadi, menjawab pertanyaan Anda, bila memang benar Anda mengalami kehamilan kosong, satu-satunya cara yang mungkin untuk bisa mendapatkan keturunan adalah menunggu kehamilan berikutnya. Tetapi silakan saja memenuhi saran dokter Anda untuk menunggu beberapa minggu terhadap kemungkinan adanya pembuahan baru.

Tetapi sebaiknya jangan menunggu terlalu lama, nanti kalau ternyata kehamilan tetap kosong, maka risiko untuk mengatasinya lebih besar. Kami menyarankan, untuk kehamilan selanjutnya untuk mengkuti program kehamilan, agar kondisi kehamilan bisa terjaga dengan baik, dan bayi yang lahir nantinya juga sehat. Di klinik kami memiliki program khusus bagi pasangan yang menginginkan keturunan. Tentunya setelah kehamilan kosong yang Anda alami ini sudah bersih.

Sekian, terimakasih.

Tidak Ada Artikel Terkait Yang Ditemukan.


1 Comment to Saya Alami Kehamilan Kosong, Apa Yang Harus Dilakukan?

  1. satria

    saya sakit tenggorokan sudah hampir 8 bulan belum sembuh-sembuh. kalau saya lihat pada dinding tenggorokan saya terdapat beberapa titik penebalan yg berwarna kemerahan. setiap hari kalau kambuh tenggorokan rasanya nyeri dan terasa ditekan dan amandel terasa mengembang dan tegang.
    saya sudah periksakan ke beberapa dokter THT dan umum, namun obat-obat yang diberikan belum bisa menyembuhkan penyakit saya. menurut hasil pemeriksaan dokter ada yang mengatakan saya terkena radang tenggorokan dan ada juga yang mengatakan amandel saya infeksi. saya sudah menjalani ronsen paru-paru dan hidung serta tes darah yang diambil dari lengan tangan dan daun telinga yang hasilnya normal. terakhir saya juga melakukan tes usap pada tenggorokan dan hasilnya menyatakan tidak ada pertumbuhan mikroba.
    yang mau saya tanyakan apakah ada obat herbal untuk penyakit saya ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *

Index