Profil Klinik

Klinik Herbal Jeng Ana Bukan Klenik

Klinik Herbal Jeng Ana merupakan badan usaha bidang kesehatan, khususnya pengobata herbal, yang telah mendapat izin resmi dari pemerintah. Sesuai dengan namanya, klinik yang berpusat di Jl Kalibata Timur I No.47 – Jakarta Selatan ini merupakan milik Ratu Herbal Indonesia, Jeng Ana.

Saat ini Klinik Herbal Jeng Ana telah memiliki empat cabang yang tersebar di berbagai wilayah, yakni di Bandung, Bali, Tangerang, dan Pekanbaru. Dalam waktu tak lama lagi jumlah cabang kemungkinan akan terus bertambah dan berkembang seiring dengan meningkatnya tuntutan dan kebutuhan pasien.

Klinik Herbal Jeng Ana melayani dan menangani pasien dengan berbagai jenis penyakit medis maupun non medis, penyakit berat dan kronis maupun penyakit ringan. Misalnya, jantung, kanker, tumor, diabetes, lever, dan berbagai jenis penyakit kewanitaan seperti miom, kista, kanker payudara, kanker rahim, kanker serviks, kesulitan mendapat keturunan, dan sebagainya.

Setelah sekian tahun berdiri, klinik ini telah membuktikan bahwa penyakit medis maupun non medis yang tidak tertangani oleh dokter ataupun rumah sakit ternyata bisa disembuhkan melalui sentuhan herbal Jeng Ana. Dan yang pasti, pengobatan alternatif ini dilakukan tanpa harus melalui jalan operasi, amputasi, atau pengorbanan bagian tubuh lainnya.

Mengapa bisa begitu? Jeng Ana memastikan bahwa hal ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan unsur klenik atau mistik. Tetapi semata-mata karena khasiat pengobatan herbal yang memang luar biasa. Hal ini, menurut pemilik nama asli

Ina Soviana ini, bisa dijelaskan secara ilmiah.

Pengobatan herbal adalah bentuk penyembuhan penyakit dengan menggunakan bahan-bahan dari alam sebagai obatnya. Metode pengobatan ini sudah ada sejak jaman nenek moyang kita dahulu kala.

Sayangnya jenis pengobatan yang sejatinya lebih ampuh dan tanpa menimbulkan efek samping ini kemudian terpinggirkan setelah munculnya obat-obatan kimia yang diproduksi secara massal. Masyarakat rupanya lebih menyukai obat kimia yang memang terkenal cepat menghilangkan rasa sakit ini.  Padahal dibalik khasiatnya itu, obat kimia ternyata memiliki efek samping yang membahayakan.

Belakangan kenyataan ini mulai disadari masyarakat dunia setelah melihat begitu banyaknya penyakit baru yang lahir akibat obat-obatan kimia. Obat-obatan herbal pun akhirnya kembali dilirik. Meski pelahan, namun perkembangannya belakangan ini semakin signifikan. Coba saja perhatikan, tempat pengobatan herbal kini sudah bertebaran dimana-mana.

“Obat herbal tradisional dapat meningkatkan dan memperbaiki ekspresi gen dalam tubuh. Saat ekspresi gen meningkat dan menjadi lebih baik, hormon dan sistem imun tubuh akan bekerja lebih optimal. Yang dicari bukan mengobati tapi menyembuhkan. Obat yang terbuat dari bahan kimia biasa tidak memberi kesembuhan total karena hanya memperbaiki beberapa fungsi sistem tubuh. Sebaliknya, obat herbal tradisional memiliki kemampuan memperbaiki keseluruh sistem, karena bekerja dalam lingkup sel dan molekuler,” papar Jeng Ana dalam sebuah seminar, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, penggunaan obat dari alam ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Keahlian peramu atau peracik obat sangat menentukan dalam pengobatan alternatif ini. Karena, kata Jeng Ana, kesalahan dalam meracik atau menggunakan herbal bukannya akan menyembuhkan penyakit, tetapi malah bisa menimbulkan keracunan. Pasalnya banyak tanaman herbal yang memang berkadar racun bila tidak tahu cara penggunaan dan pengaturan komposisinya.

Inilah yang menyebabkan kenapa pengobatan herbal di klinik atau tempat satu dan lainnya memiliki khasiat yang berbeda. Kualitas ramuan herbal dan metodologi pengobatannya sangat menentukan dalam hal ini.

Hal penting yang perlu diketahui publik, bahwa Jeng Ana merupakan salah seorang ahli herbal di tanah air yang aktif melakukan pengembangan obat-obatan yang bersumber dari alam ini. Sebut saja diantaranya, yakni sarang semut yang belakangan diketahui ternyata berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis pernyakit. (*)

 

 

Kualitas Herbal, Kekuatan Do’a, dan Bukti Medis

Ada tiga hal yang tidak bisa dilepaskan dari pengobatan herbal ala Jeng Ana, yakni bukti medis, kualitas herbal, dan kekuatan do’a. Mengapa demikian?

Klinik Herbal Jeng Ana, baik di pusat maupun di cabang, selalu melandaskan pengobatannya pada bukti-bukti medis. Ketika pertama kali seorang pasien datang ke Klinik Jeng Ana untuk berobat pasti akan diminta untuk membawa rekam hasil pengobatan medis yang pernah dijalani. Sedangkan bagi pasien yang belum pernah melakukan pengobatan medis juga biasanya akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lab terlebih dulu, terutama bagi penderita penyakit kronis.

Begitu pun setelah menjalani terapi dan pengobatan, Klinik Jeng Ana pasti juga akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan ke laboratorium atau pemeriksaan oleh dokter ahli.

Ini dilakukan sama sekali bukan karena Jeng Ana tidak mampu mendeteksi atau mendiagnosa penyakit yang diderita pasien. Sebagai seorang ahli pengobatan, Jeng Ana pasti bisa melakukannya.

Kalaupun pemeriksaan medis itu disyaratkan atau disarankan semata-mata untuk memastikan, sekaligus meyakinkan pihak pasien tentang penyakit yang dideritanya. Dengan begitu, pasien pun semakin yakin bahwa ramuan herbal yang diberikan Jeng Ana juga tepat, sesuai dengan jenis penyakitnya.

Demikian pula dengan pemeriksaan lab setelah menjalani pengobatan bertujuan untuk mengetahui secara pasti, apakah benar penyakit sang pasien telah sembuh setelah menjalani pengobatan di Klinik Herbal Jeng Ana.

Hal kedua yang melekat pada Klinik Herbal Jeng Ana adalah kualitas ramuannya. Jeng Ana sangat selektif dalam memilih bahan-bahan ramuannya. Hanya kualitas tanaman herbal terbaik yang dipergunakannya. Jadi, jangan heran bila limbah herbal sisa pilihan Jeng Ana biasanya masih dimanfaatkan orang lain.

Bagi Jeng Ana, kondisi bahan ramuan herbal sangat menentukan kualitas obat yang dihasilkan. Dan pada gilirannya tentu saja juga menentukan khasiat ramuan itu ketika dikonsumsi oleh pasien.

Sedangkan hal ketiga yang menjadi ciri khas pengobatan herbal ala Jeng Ana adalah kekuatan do’a. Dalam setiap mengobati pasiennya Jeng Ana sudah pasti akan menyertainya dengan doa. Sang pasien juga diberi air do’a untuk diminumnya.

Mengapa? Jeng Ana sejak usia muda dikenal sebagai ahli tirakat. Ia sangat sadar bahwa dirinya hanyalah sebagai alat dan perpanjangan tangan dari Tuhan. Tanpa ridlo Tuhan, tidak mungkin pengobatan yang dilakukannya bisa menyembuhkan pasien. “Saya hanya sarana. Yang menyembuhkan adalah Allah,” ujar Jeng Ana seraya tersenyum.

Karena itu, dalam wejangannya kepada pasien, Jeng Ana biasanya selalu menyelipkan nasihat agar sang pasien selalu bersabar dan tidak bosan-bosannya memanjatkan do’a, memohon kepada Sang Maha Pencipta agar diberi kesembuhan penyakitnya.

Selain ketiga hal tersebut, hal lain yang selalu ditekankan Jeng Ana kepada para pasien adalah mengenai gaya hidup dan pola makan. Pasalnya dua hal ini juga sangat menentukan penyakit yang diderita seseorang.

 

 

Fasilitas & Pelayanan Klinik

Sejak akhir tahun 2011 lalu, Klinik Herbal & Salon Aura Jeng Ana memiliki gedung baru yang jauh lebih representatif. Berlokasi di pojokan Jl Kalibata Timur I No.47 (Belakang Taman Makam Pahlawan) – Jakarta Selatan, klinik baru ini nampak cukup megah dan berkelas.

Toh demikian kemegahan gedung sama sekali tidak berarti klinik milik Jeng Ana ini tampil eksklusif. Semua kelas masyarakat, mulai kelas bawah, menengah hingga atas, dilayani secara sepadan, alias tanpa diskriminasi.

Menurut Jeng Ana, dibangunnya gedung megah dengan berbagai fasilitas yang berkelas ini semata-mata untuk memberi kenyamanan bagi pasien. “Kan kasihan kalau kondisi klinik tidak memadai. Yang datang kan orang sakit. Mereka butuh kenyamanan,” jelas Jeng Ana, beberapa waktu lalu.

Mulai dari saat memasuki gedung klinik, kemudian mendaftar dan menunggu antrean, para pasien memang diperlakukan dengan cukup baik. Para petugas memberikan pelayanan dengan ramah dan bersahabat. Ketika harus menunggu antrean juga telah tersedia ruang tunggu yang sejuk dan nyaman. Disini Anda bisa membaca-baca atau sekedar menonton televisi.

Waktu menunggu antrean kini juga tidak perlu lama-lama. Belajar dari pengalaman masa lalu, kini petugas membagi shift nomor urut pasien. Jadi ketika mendaftar, pasien sudah langsung diberitahu kira-kira jam berapa harus sudah tiba di klinik untuk menjalani terapi sesuai dengan nomor antrean yang didapat.

Sebagai tips, bila Anda ingin menjalani terapi langsung oleh Jeng Ana –Hari Sabtu dan Minggu di klinik pusat dan hari-hari tertentu di klinik cabang (jadwal di klinik cabang selalu diumumkan beberapa hari sebelumnya)– sebaiknya mendaftar jauh hari sebelumnya. Bila tidak, jangan menyesal bila tidak kebagian nomor antrean. Pasalnya jumlah pasien dibatasi mengingat keterbatasan waktu.

Sekian perkenalan ini kami sampaikan. Terimakasih atas kunjungannya. Semoga Tuhan senantiasa memberi kesehatan kita semua. Amin

Index