Info Terkini

Permalink to Perlengketan Tuba Fallopi dan Polip Endometrium

Perlengketan Tuba Fallopi dan Polip Endometrium

Assalamualaikum Jeng Ana, 

Salam kenal. Saya telah menikah dari tahun 2002, tapi sampai sekarang belum pernah mempunyai keturunan. Dari awal menikah sampai sekarang saya belum pernah mengalami kehamilan.
Tahun 2010 saya menjalani proses pemeriksaan ke dokter SPOG. Sampai dengan akhir tahun 2010 saya telah melakukan proses HYDRO dan dilanjuti dengan proses DIATERMIN (@ 10x) yang masing-masingnya sebanyak tiga kali.

Tetapi, karena proses HYDRO tersebut tidak mengalami kesuksesan, akhirnya dokter menyimpulkan kalau saya mengalami perlengketan pada tuba fallopi dan diharuskan operasi. Kemudian pada Juni 2011, saya melakukan USG transvaginal, dan ditemui Pollip Endometrium.

Sementara hasil lab suami pada Mei 2010 dinyatakan Sub Fertile, dengan konsentrasi sperma 16.4 juta/ml. Hasil lab saya pada Mei 2010 terdapat Bakteri & Trichomonas, yang seharusnya negatif.
Demikian saya sampaikan. Mohon bantuannya, kira-kira apa yang seharusnya saya & suami harus lakukan mengingat usia saya telah menginjak 38 tahun. Ditunggu kabar baiknya Jeng Ana. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Wassalam

T. Laras
t_laras@yahoo.com

JAWAB:

Wa’alaikum salam.

Dari cerita Anda sendiri sebenarnya sudah terjawab mengapa sampai saat ini belum juga dikaruniai momongan. Setidaknya ada empat masalah yang menjadi penghalang tejadinya kehamilan Anda, yakni pelengketan tuba fallopi, Pollip Endometrium, Sperma Sub Fertile, dan adanya bakteri Bakteri & Trichomonas.

Tuba Falllopi atau tabung fallopi berperan sangat menentukan bagi terjadi atau tidaknya kehamilan pada seseorang. Mengapa? Karena fungsi normal tuba fallopi adalah mengantarkan ovum dari ovarium ke uterus, yakni tempat terjadinya konsepsi (pembuahan). Karena itu, bila tuba fallopi mengalami kelengketan, maka dengan sendirinya ovum tidak bisa mencapai uterus.

Sementara Polip Endometrium atau polip uterus adalah jaringan lunak yang tumbuh pada lapisan dinding bagian dalam endometrium dan menonjol ke dalam rongga endometrium. Pertumbuhan sel – sel yang berlebih pada lapisan endometrium (rahim) mengarah pada pembentukan polip. Pollip ini juga dikenal sebagai tumor jinak.

Besarnya polip endometrium biasanya mulai dari beberapa millimeter hingga beberapa sentimeter. Ada yang seukuran bola golf atau lebih besar. Polip endometrium melekat pada dinding endometrium yang dihubungkan melalui sebuah tangkai tipis.

Penyakit ini bisa tunggal atau banyak. Biasanya tinggal di dalam endometrium penderita. Tapi kadang – kadang polip endometrium dapat menyelinap turun melalui pembukaan endometrium ke dalam vagina.

Penyakit ini bisa terjadi pada semua usia, terutama di atas 35 tahun. Sepuluh persen kasus pollip endometrium ditemukan tanpa gejala pada wanita premenopause di atas 30 tahun. Sebagian besar ditemukan di atas 35 tahun dan hanya 3% yang ditemukan pada usia di bawah 35 tahun. Sekitar 57% pollip memiliki ukuran kecil (rata – rata 0.7 – 1.3 cm). Meski tumor jinak, tetapi Pollip Endometrium bisa berubah menjadi ganas bila tidak dilakukan penyembuhan.

Sejauh ini belum diketahui secara pasti apa penyebab polip ini. Namun faktor hormonal berperan penting terhadap timbulnya polip endometrium. Yakni, ada bagian endometrium yang sangat sensitif terhadap hormon estrogen, sehingga mengalami pertumbuhan lebih cepat dan lebih besar dibandingkan bagian endometrium yang lain.

Sedangkan hal ketiga yang menghambat terjadinya kehamilan Anda adalah sperma sang suami yang menurut hasil lab dinyatakan Sub Fertile alias kurang subur. Dengan kurang suburnya sperma otomatis pembuahan sel telur juga sangat kecil kemugkinannya bisa terjadi.

Ditambah lagi dengan kondisi Anda sendiri yang dihinggapi Trichomonas, yakni protozoa patogen, salah satu penyebab keputihan, yang umumnya ditemukan pada saluran genitourinaria. Meski keputihan merupakan hal umum yang terjadi pada perempuan, namun dalam kondisi tertentu bisa membahayakan.

Karena itu, tidak ada cara lain bagi Anda untuk bisa mendapatkan kehamilan selain harus menyembuhkan semua jenis penyakit tersebut terlebih dulu. Sebaiknya lakukan uji lab dan USG lagi untuk mengetahui kondisi terakhir. Karena kondisi penyakit-penyakit tersebut saat ini sudah pasti berbeda dengan beberapa bulan, apalagi beberapa tahun lalu.

Dengan hasil uji lab/USG tersebut, kita bisa menentukan ramuan apa yang tepat untuk mengobatinya. Setelah tahap penyembuhan penyakit bisa dilalui, maka tahap selanjutnya adalah perbaikan tiingkat kesuburan Anda dan suami, sehingga cita-cita untuk mendapatkan keturunan bisa segera terwujud. Amin.

Tidak Ada Artikel Terkait Yang Ditemukan.


3 Comments to Perlengketan Tuba Fallopi dan Polip Endometrium

  1. melia

    Assalamualikum,

    Nama Saya Meilya , Saya berumur 22 tahun. Saya ingin bercerita tentang apa yang saya rasakan ketika datang bulan, tiap kali datang bulan saya selalu merasakan sakit yang berlebihan sejak awal menstruasi dulu, gejala yang ditimbulkan rasa sakit yang berlebihan, muntah muntah, terkadang sampai pingsan, bagaimana solusinya, adakah cara agar rasa sakit ketika menstruasi tidak separah ini. Karena rasanya sakit sekali.
    Terima kasih, Assalamualaikum

    • Untuk konsultasi lebih jauh, kami sarankan melalui email/website. Bukan di komentar. Tks

  2. pagi jeng ana
    saya berumur 20 tahun , akhir-akhir ini saya seminggu setelah menstruasi keputihan biasa lalu keluar darah encer lalu sekarang berubah menjadi flek hitam kental seperti gel sudah mau hampir 3 minggu
    apakah keputihan saya normal atau kah saya menderita penyakit,
    atau saya mengalami pendarahan
    penyakit apa yaa kira-kira? apa solusi nya agar sembuh dan berhenti?
    terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Index