Tag Archives: jeng ana


Permalink to Bahaya dan Pengobatan Limfoma Non Hodgkin

Bahaya dan Pengobatan Limfoma Non Hodgkin

Istri saya baru selesai operasi di bawah ketiak sebelah kiri, setelah dua minggu hasil pemeriksaan patologi yang kami terima adalah sebagai berikut:

– Diag.Klinik: Tumor Axilla.
– Gross: Jaringan kuning pucat 3,5 x 2,5 x 2cm.
– Mikroskopik: KGB dengan sel sel lymphoid proliferasi besar besar, tersusun diffuse tanpa pattern tertentu.
– Kesimpulan: Diffuse Non Hodgkin’s Lymphoma Maligna, High grade large cells).

Dokter menyarankan untuk dilakukan kemoterapi. Mohon infonya penaganan apa yg harus kami lakukan, dan jika ramuan Jeng Ana dikerim ke Kaltim, berapa biayanya?

Salam

Helmi
suhelmi@kertas-nusantara.com

JAWAB:

Sebenarnya, bila Anda mau browsing di website kami, perihal penyakit ini sudah pernah kami bahas, yakni menjawab pertanyaan pasien penderita limfoma. Tetapi, baiklah kami akan kembali menjelaskan sekaligus menjawab pertanyaan Anda.

Limfoma Non Hodgkin (NHL) merupakan salah satu jenis gangguan Limfoma. Jenis lainnya adalah Limfima Hodgkin. Karena pertanyaan Anda adalah mengenai jenis yang pertama, maka yang kami jelaskan disini hanya mengenai Limfoma Non Hodgkin.

Limfoma non Hodgkin adalah penyakit yang menyerang sel dari sistem limfatik. Apakah sistem limfatik itu? Tidak lain adalah kelenjar getah bening, limpa, kelenjar timus di leher, dan sumsum tulang.

Sedangkan cairan limfatik adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Ada dua macam sel limfosit, yaitu sel B dan T. Sel B berfungsi membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan membuat antibodi yang memusnahkan bakteri.

Pada limfoma non Hodgkin, limfosit mulai berperilaku seperti sel kanker dan tumbuh serta berlipat ganda secara tidak terkontrol, dan tidak mati seperti pada proses yang seharusnya. Itulah sebabnya penyakit ini juga sering disebut sebagai kanker.

Nah, limfosit abnormal ini lazimnya terkumpul dalam kelenjar getah bening, sehingga mngakibatkan pembengkakan. Biasanya pembengkakan terjadi pada daerah-daerah dimana terdapat kelenjar getah bening. Tetapi bisa juga terjadi pada bagian tubuh lainnya, karena limfosit bersirkulasi ke seluruh tubuh.

Sangat banyak jenis penyakit ini. Terdapat lebih dari 30 subtipe NHL –90 persen diantaranya dari jenis sel B– yang dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa faktor, yakni: penampakan di bawah mikroskop, ukuran, kecepatan tumbuh dan organ yang kena.

Limfoma indolen (derajat rendah) tumbuh lambat sehingga seringkali terlambat diketahui oleh si penderita itu sendiri. Inilah yang menyebabkan penderita penyakit jenis ini baru menyadari dan mengetahuinya ketika sudah parah.

Sedangkan limfoma agresif (derajat keganasan tinggi) cepat tumbuh dan menyebar. Jika dibiarkan tanpa pengobatan dapat mematikan dalam enam bulan. Sejauh ini data medis menunjukkan bahwa angka harapan hidup rata-rata lima tahun, dan 30-40 persen sembuh. Pasien yang terdiagnosa dini dan langsung diobati lebih mungkin meraih risiko sempurna dan jarang kambuh, karena ada proteksi kesembuhan, biasanya pengobatan lebih agresif.

NHL dapat menyerang semua usia, baik laki-laki maupun perempuan. Tetapi, hampir semua jenis penyakit ini lebih sering menimpa orang tua, dengan rata-rata usia pada saat di diagnosis adalah 65 tahun. Sedangkan bila dilihat dari jenis kelamin, penyakit ini juga lebih banyak menyerang kaum pria.

WHO memperkirakan sekitar 1,5 juta orang di dunia saat ini hidup dengan NHL dan 300 ribu orang meninggal karena penyakit ini tiap tahun. Sekitar 55 persen dari NHL tipenya agresif dan tumbuh cepat. NHL merupakan kanker tercepat ketiga pertumbuhannya setelah kanker kulit dan paru-paru. Angka kejadian NHL meningkat 80 persen dibandingkan tahun 1970-an. Setiap tahun angka kejadian penyakit ini meningkat 3-7 pesen.

Lantas apa penyebab penyakit ini? Sampai sejauh ini dunia medis belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Tetapi bukti-bukti menunjukkan adanya hubungan dengan virus yang masih belum dapat dikenali, yakni sejenis limfoma non-Hodgkin yang berkembang dengan cepat berhubungan dengan infeksi karena HTLV-I (human T-cell lymphotropic virus type I), yaitu suatu retrovirus yang fungsinya menyerupai HIV penyebab AIDS.

Ada juga yang mengatakan bahwa Limfoma non-Hodgkin merupakan komplikasi dari AIDS. Pada 1985, NHL dimasukkan pada daftar penyakit yang menunjukkan AIDS oleh Centers for Disease Control di AS. Penyakit Hodgkin, jenis limfoma lain, jarang ditemukan pada Odha.

Gejala awal penyakit ini dapat dikenali dari pembesaran kelenjar getah bening di suatu tempat, misalnya leher atau selangkangan, atau bagian tubuh lainnya. Kelenjar membesar secara perlahan dan biasanya tidak menyebabkan nyeri. Bila pembesaran terjadi di amandel biasanya mengakibatkan kesulitan untuk menelan. Sedangkan pembesaran kelenjar getah bening di bagian dalam dada atau perut bisa menekan berbagai organ, sehingga bisa mengakibatkan antara lain:

– Gangguan pernafasan
– Berkurangnya nafsu makan
– Sembelit berat
– Nyeri perut
– Pembengkakan tungkai.

Sementara itu bila limfoma menyebar ke dalam darah bisa menimbulkan leukemia. Limfoma non-Hodgkin lebih mungkin menyebar ke sumsum tulang, saluran pencernaan dan kulit.

Pada kasus yang terjadi pada anak-anak, gejala awalnya adalah masuknya sel-sel limfoma ke dalam sumsum tulang, darah, kulit, usus, otak dan tulang belakang; bukan pembesaran kelenjar getah bening. Masuknya sel limfoma ini menyebabkan anmeia, ruam kulit dan gejala neurologis (misalnya kelemahan dan sensasi yang abnormal). Biasanya yang membesar adalah kelenjar getah bening di dalam, yang menyebabkan:

– Pengumpulan cairan di sekitar paru-paru sehingga timbul sesak nafas
– Penekanan usus sehingga terjadi penurunan nafsu makan atau muntah
– Penyumbatan kelenjar getah bening sehingga terjadi penumpukan cairan.

Lantas bagaimana pengobatannya? Dalam dunia medis biasanya menerapkan kombinasi obat dan kemoterapi. Tujuannya untuk menekan sistem kekebalan. Tetapi perlu diketahui bahwa kemo sangat beracun, sehingga dapat mengakibatkan mual, muntah, kelelahan, diare, gusi bengkak dan peka, luka pada mulut, rambut rontok, dan mati rasa atau semutan pada kaki atau tangan.

Kemo juga merusak sumsum tulang. Ini dapat mengakibatkan anemia (kurang sel darah merah) dan neutropenia (kurang sel darah putih). Neutropenia meningkatkan risiko infeksi bakteri. Obat-obatan tambahan mungkin dibutuhkan untuk melawan efek samping ini.

Apakah ada pengobatan herbal untuk jenis penyakit ini? InsyaAllah ada obatnya. Namun pengobatan untuk tingkat yang sudah parah memang tidak mudah, karena itu sebaiknya segera lakukan pengobatan. Namun Anda harus yakin dan bersabar bahwa segala kesembuhan datangnya dari Tuhan. Semangat dan keyakinan ini sangat penting untuk mendorong kesembuhan Anda.

Kami hanya bisa membantu mengupayakan dengan ramuan-ramuan khusus yang merupakan kombinasi berbagai jenis tanaman herbal dengan dosis yang sesuai dengan penyakit Anda. Selebihnya pasrahkan semuanya kepada Tuhan. Sekian, terimakasih.

 


Permalink to Rahim Saya Turun, Sudah di Mulut Vagina

Rahim Saya Turun, Sudah di Mulut Vagina

Assalamualaikum Wr Wb.

Saya seorang Ibu Rumah Tangga, tahun 2009 saya melahirkan bayi laki-laki di rumah bersalin/ bidan melalui proses melahirkan normal. Alhamdulillah tahun 2012 sekarang ini saya kembali hamil, dan usia kandungan saya sekarang sudah 3 bulan tepat tgl 10 Juli 2012.

Namun tanpa disadari mulut rahim saya sekarang turun ke permukaan mulut vagina, dan bila tersentuh pada saat akan membersihkan setelah buang air kecil menimbulkan rasa sakit di sekitaran rahim saya.

Setelah konsultasi ke dokter ternyata itu akibat dari proses persalinan anak pertama yang pada saat proses menjahit vagina tidak terjahit dengan sempurna, sehingga mulut rahimnya tidak terangkat kembali ke posisi semula. Dokter pun menyarankan saya agar dioperasi untuk diangkat rahim saya setelah nanti melahirkan dikarenakan nantinya akan menggangu aktivitas normal saya.

Usia kandungan saya yang sekarang baru jalan ke-4, posisi mulut rahim saya sudah berada di muka mulut vagina dan ini menimbulkan rasa sakit bila tersentuh tangan. Dengan harapan dan semoga Alloh SWT mengijinkan dan meridhoi niat saya untuk mencoba jalan alternatif berobat ke klinik Jeng Ana. mohon infonya, apakah kejadian yang saya alami ini bisa ada jalan untuk disembuhkan secara alternatif? Sekian dan terima kasih.

Wassalam

Ratih Suryani

rafe_sweety@yahoo.co.id

JAWAB:

Wa’alaikum salam.

Pada kesempatan ini saya ingin menjawabnya secara umum agar juga bermanfaat bagi pembaca. Rahim yang turun biasanya dikenal dengan istilah ‘peranakan turun’. Sedangkan dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan prolaps uteri, yakni suatu keadaan dimana posisi rahim turun dari posisi yang semestinya.

Dalam kondisi normal, posisi rahim berada diatas vagina, menggantung di dalam rongga pelvic (panggul). Sedangkan pada kasus peranakan turun, posisi rahim bergeser ke bawah hingga ke dalam vagina.

Nah, posisi turunnya rahim ini menentukan berat-ringannya kasus. Umumnya dikenal ada empat tingkatan prolaps uteri, yakni:

1.Tingkatan pertama tergolong ringan, yakni posisi rahim turun, tetapi masih berada dalam vagina.

2.Posisi rahim turun dan tampak di lubang vagina.

3.Rahim turun hingga menyembul dari lubang vagina.

4.Tingakatan terakhir adalah paling parah, yakni rahim keluar seutuhnya dan menggantung di luar vagina.

Bila menyimak penjelasan Anda, nampaknya kasus yang Anda alami masih pada tingkatan antara kedua dan ketiga, karena belum sampai menyembul dari lubang vagina.

Turunnya peranakan bisa disebabkan oleh banyak sebab. Dalam kasus Anda, bila mengacu pada penjelasan dokter Anda, bahwa hal itu terjadi akibat proses persalinan anak pertama yang pada penjahitan vagina tidak sempurna, sehingga mulut rahimnya tidak terangkat kembali ke posisi semula.

Tetapi pada umumnya, kasus turunnya peranakan terjadi lantaran lemahnya otot-otot dasar panggul (tempat rahim bergantung). Mengapa bisa demikian? Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkannya, diantaranya:

-Adanya kelainan bawaan

-Faktor usia (proses penuaan)

-Masa menopause, karena pada masa ini umumnya sudah terjadi kelemahan otot-otot dasar panggul.

-Riwayat melahirkan normal hingga berkali-kali

-Melahirkan bayi dengan janin besar sekitar 3,8 – 4 kg

-Melahirkan dengan adanya kondisi penyulit sehingga ibu harus mengejan kuat atau divakum

-Adanya tumor di perut yang kemudian menekan rahim hingga turun.

Sebenarnya, letak rahim tidaklah melekat permanen di satu tempat tertentu, melainkan dalam posisi bergoyang menggantung secara fleksibel. Kendati demikian, posisi rahim cukup kokoh untuk tidak “lari” ke mana-mana. Pasalnya ada beberapa ligamen yang bertugas “menyangga” rahim agar tetap diam di tempatnya dalam rongga perut.

Ligamen-ligamen yang bertugas menahan rahim tersebut di antaranya adalah ligamentum latum, ligamentum rotundum, ligamentum sakrouterina dan ligamentum kardinale.

Ligamentum latum banyak berisi pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Pada keadaan tertentu seperti endometriosis, ligamen inilah yang bekerja keras agar rahim tetap bergantung dan tak memperbesar peluang terjadinya prolapsus uteri. Sedangkan ligamentum rotundum terdiri dari otot-otot polos dan cukup lentur di bagian kanan-kirinya, hingga dapat meregang bila rahim terdorong ke atas atau ke bawah saat kandung kemih penuh maupun sewaktu dalam keadaan hamil.

Sementara ligamentum sakrouterina dan ligamentum kardinale terdiri dari jaringan ikat dan merupakan ligamen yang sangat kuat. Ligamentum kardinale terbentang dari leher rahim bagian lateral/samping sampai ke dinding panggul. Sedangkan ligamentum sakrouterina terbentang dari leher rahim ke dinding belakang sampai tulang belakang panggul/sakrum.

Dalam keadaan normal, kekuatan ligamen-ligamen yang bertugas menyangga rahim tadi sebetulnya tak perlu diragukan. Apalagi ada fasia atau membran kuat yang melingkari vagina, rektum, dan kandung kencing; selain ada otot-otot dasar panggul yang cukup kokoh.

Perlu diketahui bahwa turunnya peranakan pada umumnya tidak terjadi dalam waktu singkat. Jadi, bukan berarti ibu yang melahirkan janin besar atau setelah melahirkan satu atau dua anak, lalu rahimnya turun. Faktor-faktor tersebut baru merupakan faktor risiko di usia lanjut kelak.

Lantas apa gejala yang dirasakan penderita prolaps uteri? Biasanya penderita akan mengeluhkan adanya semacam benjolan atau sesuatu yang mengganjal di jalan lahir. ‘Benjolan’ ini tidak terasa sakit kalau dipegang. Rasa sakit hanya terasa ketika bergesekan dengan celana atau pakaian, bahkan bisa berdarah akibat gesekan tersebut.

Keluhan lain yang sering terjadi adalah sakit luar biasa pada bagian pinggang dan perut bagian bawah. Untuk mengurangi rasa sakit yang menekan, tak jarang orang memilih pijat sebagai terapi.Demikian juga stagen atau penahan perut bisa saja digunakan. Kendati tak bisa diharapkan mampu mengembalikan kelenturan otot-otot dan jaringan penyangga,paling tidak bisa sedikit tertahan agar tak semakin parah keluhan prolapsusnya.

Selain itu penderita biasanya juga merasa ada sesuatu yang keluar dari vagina, nyeri saat berhubungan seksual, sulit buang air kecil dan buang air besar, dan kesulitan saat berjalan.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah beser atau sering kencing tapi dalam jumlah sedikit-sedikit. Ini terjadi akibat kandung kemih ikut tertarik turun, hingga posisinya terjepit dan daya tampungnya jadi amat terbatas. Meski kelihatannya sepele, keluhan semacam ini dirasa menyebalkan dan pasti mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, bagi penderita turun peranakan yang sedang hamil, seperti Anda, tidak perlu cemas atau takut dengan kondisi janin yang dikandung. Sepanjang Anda merawat kehamilannya dengan benar dan memeriksakan diri secara teratur, prolapsus uteri takkan memberi dampak buruk apa pun pada kehamilan. Hanya saja kehamilan yang memang merupakan beban akan memperparah keluhan peranakan yang memang sudah turun.

Bagaimana cara pengobatannya? Tentu saja sangat tergantung pada kondisi struktur pendukung di sekitar rahim. Jika masih ringan atau bisa tangani di rumah, maka sang ibu disarankan memperkuat otot-otot panggulnya melalui senam kegel.

Jika tidak bisa ditangani dengan senam kegel, maka dokter biasanya menyarankan tindakan medis, seperti memasukkan cincin ke dalam vagina untuk membantu memulihkan kekuatan dan vitalitas jaringan di vagina. Penanganan ini dilakukan jika si perempuan masih ingin hamil lagi atau terdapat kontraindikasi jika dilakukan operasi.

Sedangkan pilihan terakhir adalah dengan melakukan operasi untuk memperbaiki rahim atau mengangkatnya. Dalam kasus yang parah, dokter akan mengangkat rahim (histerektomi). selama operasi dokter bedah juga akan memperbaiki penyangga dinding vagina, uretra, kandung kemih dan rektum.

Apakah herbal dan terapi tradisional bisa mengatasi penyakit ini? InsyaAllah bisa. Serperti selalu kami sampaikan dalam menjawab pertanyaan pasien, bahwa Tuhan menciptakan penyakit pasti juga memberikan obat-obatan di alam semesta ini untuk menyembuhkannya.

Pengangkatan rahim dengan cara terapi pijat kiranya terlalu riskan bila dilakukan saat hamil ini. Yang bisa dilakukan saat ini adalah bagaimana menjaga agar kondisi janin sehat, dan ligamen-ligamen penyangga rahim lebih kokoh sehingga secara perlahan bisa terangkat naik.

Kami memiliki ramuan khusus untuk penyakit ini, yang mengkombinasikan sejumlah herbal dalam dosis tertentu sesuai dengan kondisi pasien. Karena itu, sangat tepat bila ibu melakukan terapi herbal selama proses kehamilan ini.

Bila Anda berkenan, silakan saja datang langsung ke klinik kami, baik di pusat maupun cabang, dengan membawa rekam medis atau hasi; uji lab terbaru. InsyaAllah upaya atau ikhtiar Anda tidak akan sia-sia.

 


Permalink to Awalnya Sakit Kepala Hebat, Ternyata Didiagnosa Meningitis

Awalnya Sakit Kepala Hebat, Ternyata Didiagnosa Meningitis

Assalamualaikum…

Sebulan yang lalu saya dirawat di RS dan diagnosa menderita meningitis. Awalnya saya suka sakit kepala hebat, hampir setiap saat. Setelah dilakukan CT scan, terdapat pembengkakan cairan di otak saya, dan peradangan. Tetapi setelah keluar RS dan kontrol kmbali dan CT scan lagi ternyata belum ada tanda-tanda perubahan yang signifikan.

Sekarang saya masih suka terasa sakit kepala dan pusing-pusing. Kepala terasa berat dan suka mengalami seperti sedang gempa. Tolong dibantu infonya, saya berniat mau berobat alternatif saja, dan mau mencoba ke Klinik Herbal Jeng Ana.

Terima kasih

Nadia Nur Rizki
Nadia_29@yahoo.co.id

JAWAB:

Wa’alaikum salam …

Meningitis merupakan radang membran pelindung yang menutupi otak (meninge) dan bagian dari sistem saraf pusat (korda spinalis). Umumnya disebabkan oleh bakteri, virus ataupun jamur. Mulanya organisme tersebut masuk ke darah, kemudian menyebar hingga masuk ke dalam cairan otak.

Berdasarkan hasil penelitian, jenis organisme yang menyebabkan meningitis ternyata sangat menentukan tingkat penyakit ini. Meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya jinak atau ringan. Bahkan seringkali virus ini hilang dengan sendirinya tanpa harus melalui perawatan khusus.

Lain halnya dengan meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Sejumlah temuan menunjukkan bahwa bakteri bisa mengakibatkan kerusakan otak. Kalau otak sudah rusak tentunya berdampak pada bagian tubuh lainnya, karena otak merupakan pusat pengontrol syaraf tubuh kita.

Pada tahun sebelum 990an, bakteri yang dikenal sering menjadi penyebab meningitis adalah Haemophilus influenzae type b (Hib). Inilah alasannya mengapa anak-anak biasanya diimunisasi dengan vaksin Hib.

Namun belakangan, bakteri penyebab meningitis bukan Hib lagi, melainkan Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis. Selain itu juga bakteri bernama Listeria monocytogenes (listeria), yang lazim ditemukan di dalam debu dan makanan yang terkontaminasi, seperti keju, hot dog dan daging sandwich. Bakteri ini berasal dari hewan lokal (peliharaan).

Sedangkan Meningitis disebabkan oleh jamur sangat jarang. Jenis ini umumnya diderita orang yang mengalami kerusakan immun (daya tahan tubuh) seperti pada penderita AIDS.

Apakah meningitis bisa menular? Dalam beberapa kasus meningitis ternyata bisa menular, terutama yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri dapat menyebar dari satu orang ke yang lain, terutama melalui kontak dengan cairan respirasi atau tenggorakan (ludah, ingus, dahak, dll). Miisalnya dengan batuk-batuk, bersin, atau berciuman.

Untungnya, tidak ada bakteri meningitis yang dapat menular semudah penularan flu. Selain itu penularan meningitis juga tidak bisa terjadi hanya dengan sekedar berdekatan dengan sang penderita. Meski demikian, orang yang merawat pasien meningitis dalam waktu lama dan sering ada kontak langsung dengan pasien, apalagi jika ada kontak langsung dengan cairan dari mulut pasien, maka ada resiko untuk terkena bakteri yang sama. Untuk itu, jika perlu bagi keluarganya diberikan vaksinasi.

The Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan vaksinasi meningitis pada mereka berusia 11-18 tahun. Usia praremaja (11-12 th) merupakan usia terbaik sebelum dewasa untuk menerima vaksinasi meningitis. Karena kejadian meningitis dapat meningkat pada usia dewasa, mereka yang belum pernah divaksinasi meningitis disarankan mendapat vaksinasi seawal mungkin.

Karena itu dirasa penting untuk melakukan pemeriksaan sebelum terjadinya meningitis akut. Untuk memastikan atau mendiagnosa adanya bakteri atau virus penyakit ini harus dilakukan dengan pengambilan sampel dari cairan spinal (spinal tap). Untuk pemeriksaan lebih lanjut biasanya dilakukan MRI (magnetic resonance imaging) untuk melihat keadaan otak akibat infeksi tersebut.

Bagaimana dengan pengobatannya? Bila Anda melakukan pengobatan medis, dokter biasanya memberikan antibiotik sesuai dengan jenis bakteri yang menjadi penyebabnya. Namun dalam banyak kasus, penggunaan antibiotik ternyata tidak bisa menyembuhkan secara total. Bahkan efek samping penggunaan antibiotik yang terlalu lama juga bisa membahayakan bagian tubuh lainnya.

Sedangkan pengobatan secara herbal biasanya lebih aman karena tidak memiliki efek samping, meskipun prosesnya memang lebih lama. Cukup banyak jenis tanaman yang bisa menyembuhkan penyakit ini. Di klinik kami, memiliki racikan khusus yang mengkombinasikan sejumlah tanaman herbal dalam dosis tertentu yang sudah diukur sesuai dengan kondisi sang pasien.

Karena itu, bila penderita berobat di klinik kami, maka diwajibkan untuk membawa hasil rekam medis atau hasil uji lab terbaru. Ini menjadi bahan penting bagi kami dalam menentukan racikan yang tepat bagi sang pasien.

Yang tak kalah pentingnya adalah menjaga pola makan. Kami selalu menekankan hal ini kepada setiap pasien. Karena penggunaan obat yang tidak disertai dengan pola makan yang benar, maka hasilnya juga sulit untuk diharapkan.

Sedangkan bagi Anda yang sehat, sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini agar tidak terjangkit meningitis, antara lain:

– Cuci tangan dengan baik dan sering, terutama mereka yang merawat atau berada berdekatan dengan pasien meningitis.

– Bersihkan permukaan-permukaan yang bisa terkontaminasi (misalnya handel pintu, remote TV, etc) dengan sabun dan air kemudian bilas dengan desinfektan atau cairan pemutih yang mengandung chlorine utk mencegah penyebaran virus.

– Tutupi mulut saat batuk, dengan tissue atau tangan. Jika menggunakan tissue, buang tisue ke tempat sampah, Jika menggunakan tangan, segera cuci tangan.

– Hindarkan mencium pasien, atau berbagi gelas minuman, atau hal-hal yang mungkin menyebabkan penyebaran virus.

– Lakukan vaksinasi, ada beberapa vaksinasi yang tersedia yaitu: Haemophilus influenzae type b (Hib), – Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7), – Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV), dan Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)

Demikian penjelasan kami, terimakasih.

Page 9 of 22« First...789101120...Last »

Index