Tag Archives: jeng ana


Permalink to Menderita Bartholinitis dan Belum Bisa Punya Anak

Menderita Bartholinitis dan Belum Bisa Punya Anak

Saya berusia 40 th, sejak beberapa tahun terakhir menderita bartholinitis atau peradangan kelenjar bartholin. Penyakit ini hilang timbul, kambuh terutama jika lelah, sesudah haid atau jika area V lembab. Biasanya reda setelah meminum antibiotik.

Akan tetapi karena sudah terlalu sering mengkonsumsi antibiotik, saat ini antibiotik tidak terlalu mempan lagi. Meskipun sudah dicoba dengan beberapa jenis antibiotik yang berbeda, penyakit tsb masih saja hilang timbul.

Dokter juga sudah menyarankan untuk dilakukan operasi kecil untuk membuat semacam ‘saluran keluar sementara’ dari kelenjar tersebut, tapi saya masih ragu-ragu karena keluhannya sebenarnya tidak terlalu berat, hanya kadang terasa kurang nyaman saja.

Selain itu saya juga sudah 10 tahun menikah, tetapi belum mendapatkan keturunan. Sudah diperiksa baik saya dan suami, semua baik-baik saja, bahkan sudah mencoba metode inseminasi, tetapi gagal.

Pertanyaan saya, adakah treatment untuk kedua masalah saya tersebut ? Saya tidak ingin mengkonsumsi antibiotik lagi, dan ingin mencoba terapi herbal. Terima kasih.

Nira
ike_bram@yahoo.com

JAWAB:

Bartholinitis merupakan infeksi kelenjar bartholin. Infeksi ini juga bisa menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai rasa nyeri hebat, bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah.

Sejumlah bakteri sering disebut sebagai penyebab infeksi ini, termasuk bakteri yang umum, seperti Escherichia coli (E. coli), bakteri yang menyebabkan penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia, jamur asimnomises, dan sebagainya.

Kelenjar bartholin terletak di seputar bibir kemaluan (vulva), tepatnya di bagian kiri dan kanan bawah, dekat fossa navikulare. Kelenjar Bartholini memiliki diameter lebih kurang 1 cm, terletak dibawah otot konstriktor kunni dan mempunyai saluran kecil panjang 1,5 – 2 cm yang bermuara di vulva. Pada saat koitus, kelenjar bartholini mengeluarkan getah lendir. Jadi, kelenjar inilah yang berperan mengeluarkan cairan untuk melicinkan vagina ketika melakukan hubungan seksual.

Kadang-kadang lubang kelenjar ini menjadi terhambat atau tersumbat, menyebabkan cairan masuk kembali ke dalam kelenjar sehingga menimbulkan kista, yakni Kista Bartholin. Umumnya kista bartholin tidak menimbulkan nyeri, namun kadang – kadang cairan dalam kista dapat terinfeksi sehingga menimbulkan nanah yang dikelilingi oleh jaringan yang meradang (bisul).

Pada tahap awal, bartholinitis biasanya sulit dikenali. Banyak penderita penyakit ini yang tidak menyadarinya. Sang penderita umumnya baru mengetahui penyakit ini ketika kista sudah tumbuh membesar.

Jika kista bartholin berkembang, maka penderita akan merasakan adanya benjolan atau massa di dekat lubang vagina meskipun kista bartholin biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.

Lebih jelasnya, gejala-gejala umum kista bartholin, diantaranya:

– Muncul benjolan yang mungkin menimbulkan rasa sakit di dekat lubang vagina.
– Ketidaknyamanan sambil berjalan atau duduk.
– Nyeri selama hubungan seksual.
– Demam.
– Sebuah kista atau abses biasanya terjadi hanya pada satu sisi lubang vagina.

Untuk mengobati penyakit ini, dokter umumnya memberikan antibiotik, yakni antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg. Namun, penggunaan antibiotik sebenarnya tidak menyembuhkan penyakit ituy sendiri secara permanen. Selain itu penggunaan antibitik dalam jangka waktu yang lama sangat membahayakan tubuh, termasuk meningkatkan resistensi penyakit tersebut terhadap obat. Nampaknya inilah yang sedang Anda alami.

Karena itu, keputusan Anda untuk berobat secara herbal adalah pilihan yang sangat tepat. Dalam pengobatan herbal, yang disembuhkan adalah sumber penyakutnya, sehingga kemungkinan untuk kambuh lagi relatif kecil. Proses pengobatan memang relatif lebih lama dibandingkan obat kimia, namun tidak memiliki efek samping sama sekali.

Banyak jenis ramuan herbal yang lazim dipergunakan untuk pengobatan jenis penyakit ini. Namun, kami memiliki ramuan khusus yang mengkombinasikan berbagai jenis tanaman herbal dalam dosis tertentu yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Karena itu setuap pasien yang berobat atau memesan obat di klinik kami diwajibkan untuk menyertakan hasil uji lab.

Sedangkan mengenai problem keturunan yang Anda alami tentunya ada sebabnya. Nah untuk mengetahui apa sebabnya sebaiknya lakukan pemeriksaan lab secara menyeluruh, baik USG Transvaginal maupun HSG. Bila memang Anda sudah pernah melakukan uji lab, tidak ada salahnya untuk melakukan uji lab yang lebih baik lagi.

Yang jelas, gangguan yang terjadi pada organ kewanitaan, termasuk bartholinitis yang Anda derita biasanya berpengaruh pada kemampuan untuk hamil. Karena itu, akan lebih baik bila selama menjalani terapi pengobatan penyakit Anda juga sekaligus menjalani program keturunan.

Untuk itu, silakan datang langsung ke klinik sambil membawa hasil uji lab/USG, termasuk uji sperma suami, yang terbaru. Bila tidak bisa datang dan hanya memesan obat, kirimkan saja data lab tersebut via email, untuk membantu kami membuatkan ramuan yang tepat buat Anda. Terimakasih.


Permalink to Saya Alami Kehamilan Kosong, Apa Yang Harus Dilakukan?

Saya Alami Kehamilan Kosong, Apa Yang Harus Dilakukan?

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Jeng Ana yang saya hormati, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Saya mau konsultasi,usia saya 28 tahun, sudah menikah selama 5 bulan. Sekarang saya sdang hamil usia 3 bulan, tetapi mengalami pendarahan (flek hitam). Setelah di-USG hasilnya memang sedang hamil, tapi hanya ada kantung rahim saja tidak ada janin. Solusi dokter saya disuruh istirahat 2 minggu, siapa tahu sperma yang ada dalam rahim berkembang.

Yang ingin saya tanyakan:
1. Ada masalah/ faktor apa dengan kandungan saya?
2. Apakah ada kemungkinan janin dalam rahim saya berkembang?
3. Apa saja makanan yang harus dikonsumsi dan dilarang?
4. Apa yang harus saya lakukan dengan kondisi seperti ini?
Demikian pertanyaan dari saya,atas jawaban dan solusinya saya ucapkan terimakasih.

Wa’alaikumussalam Wr Wb.

Euis Rahmawati
iez_balabala@yahoo.co.id

 

JAWAB:
Wa’alaikum salam Wr Wb

Buat ibu Euis, kami akan menjawab pertanyaan Anda secara umum saja. Kehamilan kosong dalam dunia medis dikenal dengan istilah Bligted Ovum (BO), yakni suatu kondisi kehamilan yang tidak terjadi dengan sempurna karena kelainan kromosom pada sel telur, sel sperma atau keduanya.

Wanita yang mengalami hamil kosong biasanya mengeluh amenorrhea (tidak datang bulan), keluar banyak darah dari jalan lahir (pervaginam) berwarna merah segar, setelah sebelumnya keluar darah sedikit. Dapat disertai mengantuk, badan lemas, mudah lelah seolah kehabisan tenaga, mual, muntah, nyeri-sakit di payudara, nyeri perut, terutama di perut bagian bawah.

Sedangkan menganai tanda-tanda kehamilan itu sendiri, penderita BO biasanya merasakan hal yang sama dengan kehamilan normal. Ketika dilakukan tes menggunakan test pack menunjukkan hasil positip. Begitu juga dengan gejala-gejala fisik, penderita juga merasakan mual, pusing, payudara mengeras, dan tanda-tanda lain yang umumnya dirasakan wanita hamil normal.

Pada kehamilan kosong memang terjadi pertemuan sel telur dan sperma hingga terjadi pembelahan. Hingga akhirnya muncul plasenta yang berkembang dan membentuk hormon Human Chrionic Gonadtrophin (HCG). Hormon inilah yang menghasilkan tanda-tanda bahwa seseorang sedang mengalami kehamilan.

BO rata-rata baru diketahui setelah lebih dari satu setengah bulan, lewat pemeriksaan Ultrasonografio (USG). Pada pemeriksaan USG ini akan tampak perbesaran kantung kehamilan namun tidak ada perkembangan janin yang mengikuti perbesaran kantung kehamilan tersebut.

Penderita BO biasanya datang ke dokter dengan keluhan adanya bercak pendarahan hitam di usia kehamilan kurang lebih 6-8 minggu, seperti yang Anda alami. Untuk itulah biasanya dokter kandungan melakukan USG kehamilan untuk memastikannya.

Lazimnya, dari USG tersebut dokter akan melihat perkembangan janin apakah telah mencapai 20mm apa belum. Bila janin tidak terlihat atau ukurannya lebih kecil dari 20mm, maka dokter akan memastikan ibu mengalami gejala kehamilan kosong. Biasanya pada kontrol selanjutnya dokter akan mengukur lagi perkembangan janin.

Pada kasus hamil kosong ini, embrio yang tidak dapat berkembang sempurna menjadi janin tersebut dapat keluar sendiri. Dokter ahli kandungan biasanya akan melakukan tindakan suction atau evakuasi berupa kuretase. Umumnya kuretase dilakukan sebelum usia kehamilan 14 minggu untuk mengurangi komplikasi, seperti: perdarahan, infeksi, perforasi uterus (berlubangnya rahim), dsb. Teknik kuretase dapat menggunakan kuret tajam atau vakum.

Kabar baik untuk wanita yang mengalami kehamilan kosong adalah jarang terjadi secara berulang. Memang kehamilan tanpa janin itu biasa dialami wanita pada kehamilan pertamanya. Sehingga, tidak bermasalah jika dia memutuskan untuk segera hamil lagi. Yang harus diperhatikan adaah unsur psikologis dari calon ibu tersebut.

Apalagi berbagai keluhan yang dialami layaknya wanita hamil normal. Seringkali hal itu menimbulkan kekecewaan dan kesedihan yang mendalam, apalagi bila ini merupakan kehamilan pertama. Bila ingin hamil lagi, disarankan untuk menunggu selama dua bulan atau cukup sekitar 1-3 siklus menstruasi yang teratur setelah kejadian ini.

Menurut studi epidemiologi, dari 100 wanita hamil, ada 10-15 orang yang mengalami hamil kosong. Umumnya kejadian ini dialami wanita berusia 40 tahun, sekali seumur hidup, dengan prevalensi (angka kejadian) 40-60%. Uniknya, semakin lanjut usia pasangan dan semakin banyak jumlah anak, maka semakin besar risiko terjadinya hamil kosong. Biasanya kondisi ini diketahui di antara 8-13 minggu dari usia kehamilan.

Jadi, menjawab pertanyaan Anda, bila memang benar Anda mengalami kehamilan kosong, satu-satunya cara yang mungkin untuk bisa mendapatkan keturunan adalah menunggu kehamilan berikutnya. Tetapi silakan saja memenuhi saran dokter Anda untuk menunggu beberapa minggu terhadap kemungkinan adanya pembuahan baru.

Tetapi sebaiknya jangan menunggu terlalu lama, nanti kalau ternyata kehamilan tetap kosong, maka risiko untuk mengatasinya lebih besar. Kami menyarankan, untuk kehamilan selanjutnya untuk mengkuti program kehamilan, agar kondisi kehamilan bisa terjaga dengan baik, dan bayi yang lahir nantinya juga sehat. Di klinik kami memiliki program khusus bagi pasangan yang menginginkan keturunan. Tentunya setelah kehamilan kosong yang Anda alami ini sudah bersih.

Sekian, terimakasih.


Permalink to Posisi Ari-Ari Yang Menutupi Jalan Lahir Bisa Dipindah?

Posisi Ari-Ari Yang Menutupi Jalan Lahir Bisa Dipindah?

Assalamu’alaikum Wr Wb

Nama saya Ni’mah (27 th) dari Kudus. Saat ini saya hamil anak ke dua, dengan usia kehamilan kurang lebih 14 minggu. Saat usia kehamilan 12 minggu saya mengalami pendarahan. Darah yang keluar bening namun disertai dengan cairan seperti air.

Saat itu saya sempat diopname selama 2 hari untuk menghentikan pendarahan dan diharuskan istirahat total. Kata dokter saat memeriksa dengan USG, ari-ari dalam kandungan saya menghalangi jalan lahir sehingga mengakibatkan pendarahan.

Sampai sekarang terkadang masih keluar darah meskipun hanya sedikit. Padahal saya sama sekali tidak melakukan pekerjaan berat. Darah bisa keluar walau saya hanya berjalan beberapa ratus meter.. Yang ingin saya tanyakan:

– Apakah ari-ari yang menutup jalan lahir bisa berpindah posisi ke tempat yang benar dan bagaimana caranya?
– Apa yang harus saya lakukan agar tidak terjadi pendarahan lagi?
– Makanan apa yang baik untuk saya dengan kondisi kehamilan yang seperti itu, karena setiap melihat nasi & lauknya saya selalu nek dan ingin muntah.. sehingga berat badan saya hanya bertambah sedikit sekali.
– Adakah obat herbal untuk membantu kesehatan saya dan bayi saya?

Mohon bantuannya, karena saya takut ketika dokter mengatakan jika posisi ari-ari tidak berubah sampai usia kehamilan 7 bulan, maka kemungkinan besar saya harus melahirkan lewat sesar.

Sekali lagi mohon bantuannya. Terima kasih banyak atas bantuannya.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Ni’mah
fahris_ulum@ymail.com

JAWAB:

Wa’alaikum salam Wr. Wb.

Dalam dunia medis, ari-ari (Plasenta) yang menutupi jalan lahir dikenal dengan istilah Plasenta Previa. Plasenta merupakan jaringan yang terbentuk di dalam rahim selama kehamilan. Plasenta berfungsi membawa makanan dan oksigen dari ibu ke janin dan membuang produk limbah dan karbon dioksida dari janin ke ibu melalui tali pusat.

Posisi plasenta biasanya berada di sepanjang bagian atas rahim. Tetapi dalam kasus Plasenta Previa, plasenta melekat di dekat atau menutupi serviks (pembukaan rahim yang mengarah ke vagina). Hal ini dapat mengganggu proses kelahiran bayi karena plasenta menutupi jalan lahir.

Plasenta Previa sendiri ada tiga jenis:
– Plasenta Previa lengkap (total): Pembukaan serviks internal benar-benar tertutup plasenta.
– Plasenta Previa Parsial: Pembukaan serviks internal tertutup sebagian oleh plasenta.
– Plasenta Previa Marginal: Plasenta berada di tepi pembukaan serviks internal.

Untuk mendeteksi atau mengetahui adanya kelainan ini hanya bisa dilakukan dengan melakukan USG secara rutin selama proses kehamilan. USG akan menunjukkan lokasi plasenta dan berapa banyak yang menutupi leher rahim.

Meskipun USG mungkin menunjukkan plasenta terletak rendah di awal kehamilan, sebagian besar plasenta bergerak ke atas dan menjauhi leher rahim ketika rahim mengembang. Hal ini disebut migrasi plasenta, yang biasa terjadi pada diagnosis plasenta previa sampai dengan minggu ke-20 kehamilan.

Plasenta Previa terbilang jarang terjadi, yakni sekitar satu dari setiap 200 kelahiran hidup.

Gejala paling umum yang nampak pada penderita Plasenta Previa adalah terjadinya pendarahan vagina yang berwarna merah muda, terutama pada trimester ketiga kehamilan. Hanya pada sebagian wanita tidak mengalami perdarahan sama sekali.

Pendarahan dapat terjadi bila plasenta terlepas dari dinding rahim. Pada trimester ketiga biasanya dinding rahim menjadi lebih tipis dan meregang untuk mengakomodasi janin.

Plasenta yang melekat sangat rendah pada dinding rahim yang kian menipis dan meregang dapat terlepas dari dinding rahim, yang menyebabkan perdarahan. Persalinan mungkin harus dipercepat melalui operasi caesar bila jumlah perdarahan banyak dan umur janin sudah mencukupi.

Meski demikian pada trisemester pertama dan kedua juga bisa saja terjadi pendarahan, namun hanya sedikit dan sesekali saja. Jadi, apa yang ibu alami sebenarnya meupakan gejala umum yang lazim dialami penderita Plasenta Previa. Pendarahan biasanya tidak disertai rasa sakit, walaupun terkadang disertai kram rahim.

Lantas apa yang menyebabkan kelainan ini? Sejauh ini belum diketahui secara pasti, tetapi risiko yang terjadi lebih besar bila terjadi pada wanita yang memiliki kondisi sebagai sebagai berikut:

– Memiliki sel telur yang melekat sangat rendah di dalam rahim.
– Memiliki masalah lapisan rahim (endometrium) seperti fibroid atau kondisi lain.
– Memiliki parut di dinding uterus dari kehamilan sebelumnya (plasenta previa sebelumnya, kuret, operasi rahim, bedah caesar atau aborsi).
– Kehamilan ganda (kembar). Kemungkinan plasenta previa dua kali lipat pada kehamilan ini.
– Pernah beberapa kali hamil sebelumnya. Kemungkinan mengembangkan Plasenta Previa meningkat menjadi 5% pada wanita yang pernah hamil 6 kali atau lebih.
– Merokok atau menggunakan kokain.
– Berusia di atas usia 30 tahun. Risiko pengembangan plasenta previa adalah 3 kali lebih besar pada wanita di atas 30 tahun dibandingkan pada wanita di bawah 20 tahun.
– Memiliki plasenta previa pada kehamilan sebelumnya.

Apa saja risiko yang bisa terjadi pada penderita Plasenta Previa? Risiko terbesar adalah terjadinya pendarahan seperti kami sebutkan diatas. Semakin banyak plasenta yang menutupi serviks, semakin besar risiko perdarahan. Syok dan kematian ibu hanya bisa terjadi jika perdarahan berlebihan.

Risiko lainnya adalah sebagai berikut:
– Memperlambat pertumbuhan janin akibat suplai darah tidak mencukupi.
– Kelahiran prematur.
– Kelahiran cacat.
– Infeksi dan pembentukan bekuan darah.
– Anemia janin.

Menjawab pertanyaan Anda, apakah posisi plasenta tersebut bisa dikembalikan ke posisi yang benar, sejauh ini belum ada yang bisa melakukannya, baik secara medis maupun non-medis. Karena letaknya itu sudah ditentukan saat proses penempelan zygote (calon janin), jadi jauh sebelum kita tahu bahwa kita hamil.

Yang bisa dilakukan hanya mengurangi faktor risiko, yakni pendarahan dan kontraksi dengan terapi atau obat tertentu. Dan bila posisi plasenta tetap menghalangi jalan lahir sampai saat kelahiran, dokter biasanya menyarankan untuk menjalani operasi caesar saat melahirkan.

Yang harus ibu lakukan adalah mengurangi gerak. Bahkan untuk kegiatan ringan saja sebisa mungkin dihindari. Selain itu kurangi atau kalau bisa jangan makan daging-dagingan, ikan, makanan cepat saji, keju, dan banyak lagi pantangan lainnya.

Hal ini tentu saja menjadi sulit, karena ibu hamil justru seharusnya banyak makan-makanan bergizi. Nah sebagai gantinya perlu mengkonsumsi ramuan yang meningkatkan gizi ibu dan bayi.

Menjawab pertanyana ibu mengenai obat herbal untuk kesehatan ibu hamil dan janin, kami memiliki ramuan khusus untuk itu. Bila memang ibu berminat, silakan saja datang langsung ke klinik untuk berkonsultasi dengan kami, dengan membawa rekam medis/ hasil USG dari dokter. Dan bila tidak bisa datang, kirimkan saja data tersebut via email untuk pemesanan obat. Terimakasih.

 

 

Page 9 of 22« First...789101120...Last »

Index