Tag Archives: herbal


Permalink to Saya Menderita Hydrosalpinx Kiri dan Perlengketan Rahim Kiri

Saya Menderita Hydrosalpinx Kiri dan Perlengketan Rahim Kiri

Assalamualaikum wr wb

Selamat siang Jeng Ana, saya wanita usia 24 tahun, menderita hydrosalpinx kiri, dan bisul yang ada di indung telur kiri, serta perlekatan rahim kiri, perut kiri bawah saya juga rasanya panas nyeri berkepanjangan dan terus menerus keputihan berwarna hijau.

Kata dokter itu bakteri anaerob, sudah 2 tahun ke dokter dan selalu diberi antibiotik macam-macam, sudah 21 jenis antibiotik saya minum, termasuk antibiotik yang disuntikkan, terakhir saya periksa ke dokter, kata dokter harus di hydrotubasi atau dikeluarkan cairan yang ada di tuba, kemudian disemprotkan obat melalui HSG dengan tujuan agar obatnya langsung mengenai bisulnya (tepat sasaran).

Dokter bahkan sudah tidak lagi memberi saya antibiotik, saya takut sekali dengan pengobatan seperti itu, saya mau tanya Jeng, bagaimana solusinya? Apakah di klinik herbal jeng ana sudah pernah ada pasien yang sakit seperti itu dan sembuh total dengan pengobatan Jeng Ana. Terimakasih jeng ana.mohon balasannya.

Wassalamualaikum wr wb

Mulatsih
mulat09756@yahoo.com

JAWAB:

Wa’alaikum salam. Rupanya ibu mengalami masalah kewanitaan yang cukup banyak, namun bila dikaji secara mendalam sebenarnya saling terkait antara satu dengan lainnya.

Baiklah, kita bahas saja satu per satu, mulai dari hydrosalpinx (hidrosalfing), yakni kondisi dimana terjadi sumbatan pada saluran telur wanita (tuba fallopi) dan terisi cairan (hidro).

Sumbatan ini tentunya mengakibatkan sel telur tak bisa dibuahi sperma, atau embrio yang terbentuk tidak dapat masuk ke rahim untuk berkembang. Inilah yang mengakibatkan sulitnya terjadi kehamilan pada Anda.

Bisa pula terjadi pembuahan, tetapi embrio tidak dapat tertanam di rahim, melainkan di saluran fallopi. Keadaan ini yang sering disebut kehamilan ektopik dan secara umum sering disebut hamil di luar kandungan (rahim). Risiko kehamilan ektopik akan meningkat seiring kejadian infeksi pada saluran falopi.

Tuba fallopi sering juga disebut oviduct, merupakan sepasang saluran yang berada pada rongga panggul, di antara rahim dan indung telur. Panjangnya sekitar 7,5-10 cm. Meski ukurannya kecil, namun saluran ini memegang peranan sangat penting dalam proses ovulasi dan pembuahan.

Secara umum, satu buah telur dikeluarkan oleh salah satu indung telur setiap bulannya. Sel telur lalu turun ke tuba fallopi untuk bertemu sperma dan terjadilah pembuahan. Telur yang sudah dibuahi akan meluncur ke dalam rahim. Hanya satu saluran telur yang diperlukan untuk terjadinya proses ini. Itu sebabnya, bila terjadi sumbatan di salah satu falopi saja, proses ovulasi dan pembuahan bisa terjadi.

Kasus yang seprti Anda alami ini banyak juga dialami para wanita lain. Sedikitnya sekitar 25 persen kasus kesuburan adalah disebabkan oleh gangguan pada tuba fallopi. Banyak penyebab terjadinya penyumbatan, diantaranya karena perlengketan. Sedangkan perlengketan bisa terjadi karena berbagai sebab. Kebanyakan disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi bakteri ini sebenarnya merupakan infeksi rendah. Maksudnya infeksi berada di mulut rahim ke bawah. Namun, bakteri kemudian berkembang biak hingga menjadi infeksi tinggi, yaitu terjadi dari mulut rahim ke atas, ke daerah rahim.

Sumbatan bisa juga terjadi karena kelainan bawaan, seperti tidak terbentuknya tuba fallopi. Masalah endometriosis juga dapat menyebabkan sumbatan pada saluran telur. Endometriosis adalah tumbuhnya dinding endometrium di tempat yang tidak sebenarnya. Harusnya endometrium tumbuh di lapisan terdalam rahim. Nah, pada endometriosis, endometrium tumbuh di luar.

Bila Anda melakukan pengobatan secara medis, banyak cara yang biasanya ditempuh, mulai dari yang ringan dengan memberikan obat-obatan yang umumnya berupa antibiotik hingga cara operasi.

HSG (Histero Salping Grafi) yang Anda sebutkan sebenarnya bukan merupakan tindakan pengobatan, melainkan cara untuk mengetahui lokasi dimana penyumabatan terjadi. Dalam cara ini akan dimasukkan cairan kontras ke dalam vagina menuju rahim melalui saluran fallopi. Dari situ, dokter bisa melihat sumbatan yang terjadi untuk kemudian dilakukan tindakan.

Baru setelah itu dilakukan tindakan, diantaranya dengan cara Hydrotubasi seperti yang Anda lakukan. Caranya sama dengan HSG. Hanya saja cairan yang dimasukkan adalah larutan obat atau antibiotik.

Sedangkan mengenai bisul di indung telur, kami tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya, karena penjelasan Anda kurang mendetail. Bisa saja itu merupakan kista, tetapi juga bisa bisul biasa yang terjadi akibat infeksi.

Sementara mengenai keputihan yang berwarna hijau itu menunjukkan bahwa keputihan yang Anda alami bukanlah keputihan biasa, melainkan keputihan yang sudah bersifat patologis, yakni akibat terjadinya infeksi tadi. Karena itu dokter biasanya memberikan antibiotik untuk mengobatinya.

Masalahnya pengobatan dengan menggunakan antibiotik tidak selalu berhasil, karena memang tidak menyembuhkan dari sumber masalahnya, melainkan hanya membunuh bakteri, kuman atau penyebab lainnya. Bahkan tak jarang penggunaan antibiotik yang berlebihan malah mengakibatkan efek lain, diantaranya meningkatnya resistensi bakteri atau kuman terhadap obat-obatan.

Karena itu banyak pasien yang kemudian beralih menggunakan pengobatan secara herbal yang jelas tidak memiliki efek samping. Klinik kami sudah banyak menangani pasien dengan jenis penyakit ini. Dan bila Anda ingin mengikuti jejak mereka, insyaAllah kami bisa membantunya.

Kami memiliki ramuan khusus yang mengkombinasikan sejumlah jenis tanaman herbal dengan dosis tertentu yang telah disesuaikan dengan kondisi pasien. Syaratnya, Anda harus memiliki hasil uji lab/USG/HSG atau rekam medis lainnya sebagai bahan kami untuk melakukan pengobatan secara lebih tepat.

Sekian jawaban kami, terimakasih.

 


Permalink to Bahaya dan Pengobatan Limfoma Non Hodgkin

Bahaya dan Pengobatan Limfoma Non Hodgkin

Istri saya baru selesai operasi di bawah ketiak sebelah kiri, setelah dua minggu hasil pemeriksaan patologi yang kami terima adalah sebagai berikut:

– Diag.Klinik: Tumor Axilla.
– Gross: Jaringan kuning pucat 3,5 x 2,5 x 2cm.
– Mikroskopik: KGB dengan sel sel lymphoid proliferasi besar besar, tersusun diffuse tanpa pattern tertentu.
– Kesimpulan: Diffuse Non Hodgkin’s Lymphoma Maligna, High grade large cells).

Dokter menyarankan untuk dilakukan kemoterapi. Mohon infonya penaganan apa yg harus kami lakukan, dan jika ramuan Jeng Ana dikerim ke Kaltim, berapa biayanya?

Salam

Helmi
suhelmi@kertas-nusantara.com

JAWAB:

Sebenarnya, bila Anda mau browsing di website kami, perihal penyakit ini sudah pernah kami bahas, yakni menjawab pertanyaan pasien penderita limfoma. Tetapi, baiklah kami akan kembali menjelaskan sekaligus menjawab pertanyaan Anda.

Limfoma Non Hodgkin (NHL) merupakan salah satu jenis gangguan Limfoma. Jenis lainnya adalah Limfima Hodgkin. Karena pertanyaan Anda adalah mengenai jenis yang pertama, maka yang kami jelaskan disini hanya mengenai Limfoma Non Hodgkin.

Limfoma non Hodgkin adalah penyakit yang menyerang sel dari sistem limfatik. Apakah sistem limfatik itu? Tidak lain adalah kelenjar getah bening, limpa, kelenjar timus di leher, dan sumsum tulang.

Sedangkan cairan limfatik adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Ada dua macam sel limfosit, yaitu sel B dan T. Sel B berfungsi membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan membuat antibodi yang memusnahkan bakteri.

Pada limfoma non Hodgkin, limfosit mulai berperilaku seperti sel kanker dan tumbuh serta berlipat ganda secara tidak terkontrol, dan tidak mati seperti pada proses yang seharusnya. Itulah sebabnya penyakit ini juga sering disebut sebagai kanker.

Nah, limfosit abnormal ini lazimnya terkumpul dalam kelenjar getah bening, sehingga mngakibatkan pembengkakan. Biasanya pembengkakan terjadi pada daerah-daerah dimana terdapat kelenjar getah bening. Tetapi bisa juga terjadi pada bagian tubuh lainnya, karena limfosit bersirkulasi ke seluruh tubuh.

Sangat banyak jenis penyakit ini. Terdapat lebih dari 30 subtipe NHL –90 persen diantaranya dari jenis sel B– yang dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa faktor, yakni: penampakan di bawah mikroskop, ukuran, kecepatan tumbuh dan organ yang kena.

Limfoma indolen (derajat rendah) tumbuh lambat sehingga seringkali terlambat diketahui oleh si penderita itu sendiri. Inilah yang menyebabkan penderita penyakit jenis ini baru menyadari dan mengetahuinya ketika sudah parah.

Sedangkan limfoma agresif (derajat keganasan tinggi) cepat tumbuh dan menyebar. Jika dibiarkan tanpa pengobatan dapat mematikan dalam enam bulan. Sejauh ini data medis menunjukkan bahwa angka harapan hidup rata-rata lima tahun, dan 30-40 persen sembuh. Pasien yang terdiagnosa dini dan langsung diobati lebih mungkin meraih risiko sempurna dan jarang kambuh, karena ada proteksi kesembuhan, biasanya pengobatan lebih agresif.

NHL dapat menyerang semua usia, baik laki-laki maupun perempuan. Tetapi, hampir semua jenis penyakit ini lebih sering menimpa orang tua, dengan rata-rata usia pada saat di diagnosis adalah 65 tahun. Sedangkan bila dilihat dari jenis kelamin, penyakit ini juga lebih banyak menyerang kaum pria.

WHO memperkirakan sekitar 1,5 juta orang di dunia saat ini hidup dengan NHL dan 300 ribu orang meninggal karena penyakit ini tiap tahun. Sekitar 55 persen dari NHL tipenya agresif dan tumbuh cepat. NHL merupakan kanker tercepat ketiga pertumbuhannya setelah kanker kulit dan paru-paru. Angka kejadian NHL meningkat 80 persen dibandingkan tahun 1970-an. Setiap tahun angka kejadian penyakit ini meningkat 3-7 pesen.

Lantas apa penyebab penyakit ini? Sampai sejauh ini dunia medis belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Tetapi bukti-bukti menunjukkan adanya hubungan dengan virus yang masih belum dapat dikenali, yakni sejenis limfoma non-Hodgkin yang berkembang dengan cepat berhubungan dengan infeksi karena HTLV-I (human T-cell lymphotropic virus type I), yaitu suatu retrovirus yang fungsinya menyerupai HIV penyebab AIDS.

Ada juga yang mengatakan bahwa Limfoma non-Hodgkin merupakan komplikasi dari AIDS. Pada 1985, NHL dimasukkan pada daftar penyakit yang menunjukkan AIDS oleh Centers for Disease Control di AS. Penyakit Hodgkin, jenis limfoma lain, jarang ditemukan pada Odha.

Gejala awal penyakit ini dapat dikenali dari pembesaran kelenjar getah bening di suatu tempat, misalnya leher atau selangkangan, atau bagian tubuh lainnya. Kelenjar membesar secara perlahan dan biasanya tidak menyebabkan nyeri. Bila pembesaran terjadi di amandel biasanya mengakibatkan kesulitan untuk menelan. Sedangkan pembesaran kelenjar getah bening di bagian dalam dada atau perut bisa menekan berbagai organ, sehingga bisa mengakibatkan antara lain:

– Gangguan pernafasan
– Berkurangnya nafsu makan
– Sembelit berat
– Nyeri perut
– Pembengkakan tungkai.

Sementara itu bila limfoma menyebar ke dalam darah bisa menimbulkan leukemia. Limfoma non-Hodgkin lebih mungkin menyebar ke sumsum tulang, saluran pencernaan dan kulit.

Pada kasus yang terjadi pada anak-anak, gejala awalnya adalah masuknya sel-sel limfoma ke dalam sumsum tulang, darah, kulit, usus, otak dan tulang belakang; bukan pembesaran kelenjar getah bening. Masuknya sel limfoma ini menyebabkan anmeia, ruam kulit dan gejala neurologis (misalnya kelemahan dan sensasi yang abnormal). Biasanya yang membesar adalah kelenjar getah bening di dalam, yang menyebabkan:

– Pengumpulan cairan di sekitar paru-paru sehingga timbul sesak nafas
– Penekanan usus sehingga terjadi penurunan nafsu makan atau muntah
– Penyumbatan kelenjar getah bening sehingga terjadi penumpukan cairan.

Lantas bagaimana pengobatannya? Dalam dunia medis biasanya menerapkan kombinasi obat dan kemoterapi. Tujuannya untuk menekan sistem kekebalan. Tetapi perlu diketahui bahwa kemo sangat beracun, sehingga dapat mengakibatkan mual, muntah, kelelahan, diare, gusi bengkak dan peka, luka pada mulut, rambut rontok, dan mati rasa atau semutan pada kaki atau tangan.

Kemo juga merusak sumsum tulang. Ini dapat mengakibatkan anemia (kurang sel darah merah) dan neutropenia (kurang sel darah putih). Neutropenia meningkatkan risiko infeksi bakteri. Obat-obatan tambahan mungkin dibutuhkan untuk melawan efek samping ini.

Apakah ada pengobatan herbal untuk jenis penyakit ini? InsyaAllah ada obatnya. Namun pengobatan untuk tingkat yang sudah parah memang tidak mudah, karena itu sebaiknya segera lakukan pengobatan. Namun Anda harus yakin dan bersabar bahwa segala kesembuhan datangnya dari Tuhan. Semangat dan keyakinan ini sangat penting untuk mendorong kesembuhan Anda.

Kami hanya bisa membantu mengupayakan dengan ramuan-ramuan khusus yang merupakan kombinasi berbagai jenis tanaman herbal dengan dosis yang sesuai dengan penyakit Anda. Selebihnya pasrahkan semuanya kepada Tuhan. Sekian, terimakasih.

 


Permalink to Rahim Saya Turun, Sudah di Mulut Vagina

Rahim Saya Turun, Sudah di Mulut Vagina

Assalamualaikum Wr Wb.

Saya seorang Ibu Rumah Tangga, tahun 2009 saya melahirkan bayi laki-laki di rumah bersalin/ bidan melalui proses melahirkan normal. Alhamdulillah tahun 2012 sekarang ini saya kembali hamil, dan usia kandungan saya sekarang sudah 3 bulan tepat tgl 10 Juli 2012.

Namun tanpa disadari mulut rahim saya sekarang turun ke permukaan mulut vagina, dan bila tersentuh pada saat akan membersihkan setelah buang air kecil menimbulkan rasa sakit di sekitaran rahim saya.

Setelah konsultasi ke dokter ternyata itu akibat dari proses persalinan anak pertama yang pada saat proses menjahit vagina tidak terjahit dengan sempurna, sehingga mulut rahimnya tidak terangkat kembali ke posisi semula. Dokter pun menyarankan saya agar dioperasi untuk diangkat rahim saya setelah nanti melahirkan dikarenakan nantinya akan menggangu aktivitas normal saya.

Usia kandungan saya yang sekarang baru jalan ke-4, posisi mulut rahim saya sudah berada di muka mulut vagina dan ini menimbulkan rasa sakit bila tersentuh tangan. Dengan harapan dan semoga Alloh SWT mengijinkan dan meridhoi niat saya untuk mencoba jalan alternatif berobat ke klinik Jeng Ana. mohon infonya, apakah kejadian yang saya alami ini bisa ada jalan untuk disembuhkan secara alternatif? Sekian dan terima kasih.

Wassalam

Ratih Suryani

rafe_sweety@yahoo.co.id

JAWAB:

Wa’alaikum salam.

Pada kesempatan ini saya ingin menjawabnya secara umum agar juga bermanfaat bagi pembaca. Rahim yang turun biasanya dikenal dengan istilah ‘peranakan turun’. Sedangkan dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan prolaps uteri, yakni suatu keadaan dimana posisi rahim turun dari posisi yang semestinya.

Dalam kondisi normal, posisi rahim berada diatas vagina, menggantung di dalam rongga pelvic (panggul). Sedangkan pada kasus peranakan turun, posisi rahim bergeser ke bawah hingga ke dalam vagina.

Nah, posisi turunnya rahim ini menentukan berat-ringannya kasus. Umumnya dikenal ada empat tingkatan prolaps uteri, yakni:

1.Tingkatan pertama tergolong ringan, yakni posisi rahim turun, tetapi masih berada dalam vagina.

2.Posisi rahim turun dan tampak di lubang vagina.

3.Rahim turun hingga menyembul dari lubang vagina.

4.Tingakatan terakhir adalah paling parah, yakni rahim keluar seutuhnya dan menggantung di luar vagina.

Bila menyimak penjelasan Anda, nampaknya kasus yang Anda alami masih pada tingkatan antara kedua dan ketiga, karena belum sampai menyembul dari lubang vagina.

Turunnya peranakan bisa disebabkan oleh banyak sebab. Dalam kasus Anda, bila mengacu pada penjelasan dokter Anda, bahwa hal itu terjadi akibat proses persalinan anak pertama yang pada penjahitan vagina tidak sempurna, sehingga mulut rahimnya tidak terangkat kembali ke posisi semula.

Tetapi pada umumnya, kasus turunnya peranakan terjadi lantaran lemahnya otot-otot dasar panggul (tempat rahim bergantung). Mengapa bisa demikian? Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkannya, diantaranya:

-Adanya kelainan bawaan

-Faktor usia (proses penuaan)

-Masa menopause, karena pada masa ini umumnya sudah terjadi kelemahan otot-otot dasar panggul.

-Riwayat melahirkan normal hingga berkali-kali

-Melahirkan bayi dengan janin besar sekitar 3,8 – 4 kg

-Melahirkan dengan adanya kondisi penyulit sehingga ibu harus mengejan kuat atau divakum

-Adanya tumor di perut yang kemudian menekan rahim hingga turun.

Sebenarnya, letak rahim tidaklah melekat permanen di satu tempat tertentu, melainkan dalam posisi bergoyang menggantung secara fleksibel. Kendati demikian, posisi rahim cukup kokoh untuk tidak “lari” ke mana-mana. Pasalnya ada beberapa ligamen yang bertugas “menyangga” rahim agar tetap diam di tempatnya dalam rongga perut.

Ligamen-ligamen yang bertugas menahan rahim tersebut di antaranya adalah ligamentum latum, ligamentum rotundum, ligamentum sakrouterina dan ligamentum kardinale.

Ligamentum latum banyak berisi pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Pada keadaan tertentu seperti endometriosis, ligamen inilah yang bekerja keras agar rahim tetap bergantung dan tak memperbesar peluang terjadinya prolapsus uteri. Sedangkan ligamentum rotundum terdiri dari otot-otot polos dan cukup lentur di bagian kanan-kirinya, hingga dapat meregang bila rahim terdorong ke atas atau ke bawah saat kandung kemih penuh maupun sewaktu dalam keadaan hamil.

Sementara ligamentum sakrouterina dan ligamentum kardinale terdiri dari jaringan ikat dan merupakan ligamen yang sangat kuat. Ligamentum kardinale terbentang dari leher rahim bagian lateral/samping sampai ke dinding panggul. Sedangkan ligamentum sakrouterina terbentang dari leher rahim ke dinding belakang sampai tulang belakang panggul/sakrum.

Dalam keadaan normal, kekuatan ligamen-ligamen yang bertugas menyangga rahim tadi sebetulnya tak perlu diragukan. Apalagi ada fasia atau membran kuat yang melingkari vagina, rektum, dan kandung kencing; selain ada otot-otot dasar panggul yang cukup kokoh.

Perlu diketahui bahwa turunnya peranakan pada umumnya tidak terjadi dalam waktu singkat. Jadi, bukan berarti ibu yang melahirkan janin besar atau setelah melahirkan satu atau dua anak, lalu rahimnya turun. Faktor-faktor tersebut baru merupakan faktor risiko di usia lanjut kelak.

Lantas apa gejala yang dirasakan penderita prolaps uteri? Biasanya penderita akan mengeluhkan adanya semacam benjolan atau sesuatu yang mengganjal di jalan lahir. ‘Benjolan’ ini tidak terasa sakit kalau dipegang. Rasa sakit hanya terasa ketika bergesekan dengan celana atau pakaian, bahkan bisa berdarah akibat gesekan tersebut.

Keluhan lain yang sering terjadi adalah sakit luar biasa pada bagian pinggang dan perut bagian bawah. Untuk mengurangi rasa sakit yang menekan, tak jarang orang memilih pijat sebagai terapi.Demikian juga stagen atau penahan perut bisa saja digunakan. Kendati tak bisa diharapkan mampu mengembalikan kelenturan otot-otot dan jaringan penyangga,paling tidak bisa sedikit tertahan agar tak semakin parah keluhan prolapsusnya.

Selain itu penderita biasanya juga merasa ada sesuatu yang keluar dari vagina, nyeri saat berhubungan seksual, sulit buang air kecil dan buang air besar, dan kesulitan saat berjalan.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah beser atau sering kencing tapi dalam jumlah sedikit-sedikit. Ini terjadi akibat kandung kemih ikut tertarik turun, hingga posisinya terjepit dan daya tampungnya jadi amat terbatas. Meski kelihatannya sepele, keluhan semacam ini dirasa menyebalkan dan pasti mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, bagi penderita turun peranakan yang sedang hamil, seperti Anda, tidak perlu cemas atau takut dengan kondisi janin yang dikandung. Sepanjang Anda merawat kehamilannya dengan benar dan memeriksakan diri secara teratur, prolapsus uteri takkan memberi dampak buruk apa pun pada kehamilan. Hanya saja kehamilan yang memang merupakan beban akan memperparah keluhan peranakan yang memang sudah turun.

Bagaimana cara pengobatannya? Tentu saja sangat tergantung pada kondisi struktur pendukung di sekitar rahim. Jika masih ringan atau bisa tangani di rumah, maka sang ibu disarankan memperkuat otot-otot panggulnya melalui senam kegel.

Jika tidak bisa ditangani dengan senam kegel, maka dokter biasanya menyarankan tindakan medis, seperti memasukkan cincin ke dalam vagina untuk membantu memulihkan kekuatan dan vitalitas jaringan di vagina. Penanganan ini dilakukan jika si perempuan masih ingin hamil lagi atau terdapat kontraindikasi jika dilakukan operasi.

Sedangkan pilihan terakhir adalah dengan melakukan operasi untuk memperbaiki rahim atau mengangkatnya. Dalam kasus yang parah, dokter akan mengangkat rahim (histerektomi). selama operasi dokter bedah juga akan memperbaiki penyangga dinding vagina, uretra, kandung kemih dan rektum.

Apakah herbal dan terapi tradisional bisa mengatasi penyakit ini? InsyaAllah bisa. Serperti selalu kami sampaikan dalam menjawab pertanyaan pasien, bahwa Tuhan menciptakan penyakit pasti juga memberikan obat-obatan di alam semesta ini untuk menyembuhkannya.

Pengangkatan rahim dengan cara terapi pijat kiranya terlalu riskan bila dilakukan saat hamil ini. Yang bisa dilakukan saat ini adalah bagaimana menjaga agar kondisi janin sehat, dan ligamen-ligamen penyangga rahim lebih kokoh sehingga secara perlahan bisa terangkat naik.

Kami memiliki ramuan khusus untuk penyakit ini, yang mengkombinasikan sejumlah herbal dalam dosis tertentu sesuai dengan kondisi pasien. Karena itu, sangat tepat bila ibu melakukan terapi herbal selama proses kehamilan ini.

Bila Anda berkenan, silakan saja datang langsung ke klinik kami, baik di pusat maupun cabang, dengan membawa rekam medis atau hasi; uji lab terbaru. InsyaAllah upaya atau ikhtiar Anda tidak akan sia-sia.

 

Page 4 of 23« First...234561020...Last »

Index