Info Terkini

Permalink to ‘Kakak Saya Kanker Hati Stadium IV, Apa Masih Bisa Diobati?’

‘Kakak Saya Kanker Hati Stadium IV, Apa Masih Bisa Diobati?’

Salam kenal Jeng Ana, saya sudah banyak baca dari website ini atau pun dari televisi mengenai Anda. Saya mau cerita sedikit.  Kakak ipar saya, waktu bulan November periksa ke RS Siloam, karena di ulu hatinya pas di tengah perut suka sakit banget. Pas di Siloam discan.

Awalnya gak ketahuan. Tapi setelah disuntik dan scan lagi ternyata ada kanker hati dan katanya sudah pecah, terus harus diopname malam itu juga, tapi karena kakak ipar saya orang yang kurang mampu dan abang saya kerjanya juga biasa saja, dibawa ke RS Pelni, kebetulan ada tante perawat, dibawa lagi data-datanya kesana. Karena belum sempat didiagnosa apakah ganas atau tidak kankernya, ternyata ganas hasil dari dokter Pelni, dan sudah kena Hepatitis C. Padahal selama ini baik-baik saja dan tidak kelihatan dan tidak kuning.

Tapi memang kakak ipar saya males makan dan minum, kemudian dokter sarankan jangan dikemo dan operasi, karena percuma, tapi kakak saya mau dikemo,terjadilah kemo di RS Cinere.

Setelah itu pulang, dapat info dari orang agar makan just noni tahiti, terus kakak ipar minum itu dari bulan Desember. Padahal sebotol Rp 400 ribu,dan harus habis sehari, selama 4 bulan. Karena kurang biaya,. minumnya gak rutin bulan ke-3 ini.

Tapi lama badan dia jadi kurus dan lemes, dan perut mulai membesar kayak orang hamil, dan sakit bukan main katanya, seperti ditusuk-tusuk. Kalau makan dikit sakit, dan susah BAB. Memang kata dokter saluran ke hatinya sudah ketutup satu, dan sekarang dirawat di RSU Siloam.

Saya mau nanya, masih bisa diobati gak bu dengan herbal ibu? Yang jus noni itu dia sudah stop dan orang yang kasih itu tidak mau bertanggung jawab. Dia malah marah-marah karena kakak tidak minum teratur. Apalagi kata dokter sudah stadium 4, saya kasihan melihatnya, mana anaknya masih kecil baru umur 5 thn. Dia masih muda, baru 30-an. Saya minta solusi dari ibu. Saya tingggal di Tangerang dan saya lihat sudah buka di Tangerang ya di Tangerang city. Thanks

Helen

helen_btk_34@yahoo.com

JAWAB:

Buat Saudari Helen. Kami belum bisa bicara banyak sebelum melihat langsung atau minimal dari data-data medis kakak Anda. Tapi kasus seperti ini sering kami hadapi. Pasien sudah berobat kemana-mana dan sudah banyak menghabiskan biaya, dan kemudian datang ke kami ketika kondisinya sudah sangat parah. Bahkan terkadang dokter sudah mengatakan kondisinya sulit diselamatkan.

Bila memang dibutuhkan, kami hanya bisa mengupayakan sebisa mungkin agar penyakit yang diderita pasien bisa sembuh. Jeng Ana hanya sarana atau media saja, sedangkan yang memberi kesembuhan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu dibutuhkan kesabaran dan keyakinan yang kuat dari sang pasien bahwa dirinya bakal sembuh, entah melalui media pengobatan mana itu.

Bicara soal Hepatitis C seperti yang diderita kakak Anda memang bisa berkembang menjadi kanker hati ketika terlambat menjalani pengobatan atau tidak mendapatkan perawatan yang baik.  Kanker hati atau hepatocellular carcinoma (HCC) adalah salah satu bentuk umum dari penyakit kanker hati. Sebanyak 90 persen dari kanker hati ganas primer yang diidap orang dewasa berasal dari HCC.

Hepatitits C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV), yakni virus family Flaviviridae, termasuk golongan virus RNA. Penyebaran virus ini melalui darah, dapat melalui jalan tranfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, misal pada pengguna narkoba suntik, transplantasi organ.

Hepatitis C juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Namun kemungkinannya kecil kecuaali bila suka berganti-ganti pasangan yang memungkinkan terjadinya infeksi.

Hepatitis C juga dapat ditularkan melalui kecelakaan kerja, misalnya pada petugas kesehatan yang terkena darah / cairan tubuh yang terkontaminasi virus. Lebih dari 50% kasus hepatitis C ditransmisikan melalui penggunaan obat-obatan suntik / injeksi.

Sayang sekali, diagnosis awal bagi penderita Hepatitis C ataupun kanker hati sulit dilakukan karena penyakit ini tidak memiliki gejala sampai kanker masuk menjadi stadium lanjut. Banyak yang mengira dirinya hanya menderita sakit biasa ketika mengalami gejala flu, demam disertai sakit kepala, muntah dan hilangnya nafsu makan. Padahal sebenarnya dia mengidap Hepatitis C.

Hal ini tidak hanya terjadi pada kanker hati, tetapi juga pada kasus penderita kanker pada umumnya. Menurut sejumlah survei di tanah air, penderita kanker baru menyadari penyakitnya ketika sudah memasuki Stadium IV. Sedangkan sekitar 20 persen yang baru menyadari ketika memasuki Stadium III A dan III B. Jadi, hanya sekitar 30 persen saja yang mengetahuinya ketika kanker baru memasuki stadium awal.

Padahal pengobatan kanker stadium lanjut secara medis terbilang sangat mahal, sementara harapan hidupnya relatif rendah. Para ahli kanker di tanah air memprediksi hanya 1 dari 100 penderita kanker Stadium IV yang bisa sembuh. Sedangkan untuk stadium III B, kemungkinan sembuh hanya lima dari 100 orang. Dan untuk stadium III A kemungkinan sembuh 13 orang dari 100 orang. Menurut survey tahun 2005, sekitar 12,5 persen pengidap kanker di Indonesia yang meninggal adalah pasien kanker hati.

Pasien penderita kanker hati yang sudah memasuki Stadium IV memang sangat memprihatinkan. Karena pada tahapan ini kanker sudah menjalari lebih dari satu lobus hati, mungkin sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang berdekatan, organ lain (tapi bukan kantong empedu) dan struktur (seperti peritoneum), dan tumbuh ke dalam atau di sekitar pembuluh darah utama.

Tetapi walau bagaimanapun bukan berarti penderita kanker stadium lanjut harus berpasrah diri. Apalagi diluar pengobatan medis, misalnya pengobatan herbal, ternyata banyak mampu menolong penderita kanker yang sudah memasuki stadium lanjut. Yakinlah bahwa segalanya bisa sembuh dan sehat kembali bila Tuhan menghendaki, tentunya dengan upaya pengobatan yang sungguh-sungguh dan serius.

Menjawab pertanyaan Anda, apakah kami bisa membantu menyembuhkannya? Lagi-lagi kami hanya bisa mengatakan bahwa kami hanya bisa membantu mengupayakannya. Yang dibutuhkan dalam kondisi seperti ini adalah semangat hidup yang besar dari sang pasien. Jangan sampai justru mengalami tekanan mental yang meningkat, karena tekanan mental seperti stress dan sebagainya bisa memperparah penyakit. Sekali lagi, pasien harus sabar dan ikhlas.

Bila Anda memang berniat untuk memilih kami sebagai upaya pengobatan kakak Anda, maka sebaiknya sesegera mungkin, karena kondisinya sudah sangat parah. Ketika datang ke klinik, bawalah semua rekam medis yang sudah dijalani selama ini. Selanjutnya kami hanya bisa mengusahakan sesuai dengan kemampuan kami. Selebihnya Tuhan yang akan memutuskan sembuh atau tidaknya. Tentunya kami senantiasa mendoakan agar pasien bisa sembuh dan sehat seperti sedia kala. Tks

 

 

 

Tidak Ada Artikel Terkait Yang Ditemukan.


1 Comment to ‘Kakak Saya Kanker Hati Stadium IV, Apa Masih Bisa Diobati?’

  1. miftahul janah

    asslmkm jenk ana, saya mifta tinggal di jambi ingin sekali datang ke klinik jeng ana tapi kog jauh alamtnya, saya mau berkonsultasi udah seminggu mis V saya gatal2 jeng tepatnya setelah bulanan,gatalnya di bagial luarnya,mau periksa kedokter malu trus juga dokter yg spesialis apa? jeng ana ada gk obat mis V yg gatal2? kalo ada tolong kasih tau ya jeng, terima kasih banyak atas perhatiannya jeng, wslmkm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *

Index