Info Terkini


Permalink to Kini Bu Melati Sembuh Dari Komplikasi Skepsis, Batu Ginjal, Dan Kista

Kini Bu Melati Sembuh Dari Komplikasi Skepsis, Batu Ginjal, Dan Kista

Pengobatan medis tidak selalu berhasil menyembuhkan pasien. Apalagi untuk jenis-jenis penyakit kanker, langkah operasi tidak akan mampu mengangkat el kanker hingga ke akar-akarnya, sehingga berpotensi untuk tumbuh lagi.

Inilah yang dialami oleh Ibu H Melati Sitorus. Perempuan parohbaya ini memilih berobat ke Klinik Herbal Jeng Ana lantaran operasi pengangkatan batu ginjal yang dideritanya ternyata tak membuatnya sembuh. Dari hasil rekam medis yang dibawanya saat datang ke Klinik Jeng Ana di Jakarta, beberapa waktu lalu, nampak munculnya batu ginjal lagi, meskipun diameternya masih kecil, yakni 0,26 cm. Selain itu juga ditemukan adanya kista di ginjal dengan ukuran 2 cm.

Tak hanya itu. Menurut Jeng Ana, sejumlah penyakit baru juga muncul, diantaranya adalah kista di ovarium kanan dan kiri. Bagian kanan berukuran 3,7 cm sedangkan di kiri 2,3 cm. “Dari pengalaman para pasien yang datang ke kami, umumnya setelah operasi memang muncul penyakit yang lebih banyak lagi,” terang pemilik Klinik Herbal Jeng Ana ini.

Bu Melati Sitorus sendiri mengungkapkan bahwa sebelum datang ke klinik Jeng Ana, dirinya kerap mengalami demam tinggi dengan temperatur sampai 42 derajat selsius. Ini terjadi akibat skepsis yang dideritanya.

Istilah awam untuk sepsis adalah keracunan darah, yang juga digunakan untuk menggambarkan septikemia. Sepsis mencakup spektrum penyakit yang berkisar dari keluhan seperti demam, menggigil, malaise, tekanan darah rendah, dan perubahan status mental, sampai gejala disfungsi organ dan syok.

Sepsis disebabkan oleh kehadiran bakteri (bakteremia) dan organisme pernginfeksi lainnya atau racun dalam darah (septikemia) atau pada jaringan lain dari tubuh. Sistem kekebalan tubuh Anda mengakibatkan terbentuknya bekuan-bekuan kecil darah yang dapat menghalangi aliran darah ke organ vital. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan organ.

Nah, dalam kasus Bu Melati, kata Jeng Ana, hal ini terjadi karena infeksi yang menyerang ginjal, dan diperparah oleh penyakit-penyakit lain seperti kista di ginjal maupun ovarium.

“Saya ulangi lagi bahwa ketika Bu Hajah Melati datang ke klinik kami yang di Jakarta, beliau sudah pernah menjalani operasi batu ginjal dan infeksi kronis. Tetapi mengapa kemudian bisa tumbuh lagi? Itu karena operasi atau penggunaan laser hanya mampu mengikis saja, tidak mampu menghilangkan. Sehingga di kemudian bisa tumbuh lagi, apalagi bila pasien tidak menjaga pola makan,” terang Jeng Ana.

Karena itu, berbekal rekam medis yang dibawa Bu Melati, Jeng Ana kemudian membuatkan ramuan yang tepat. “Jadi, disitulah letak pentingnya rekam medis. Mengapa kami mewajibkan pasien membawa rekam medis karena tujuan kami bukan menjual obat, tetapi untuk menyembuhkan pasien. Setelah kami jelaskan semua penyakitnya sesuai dengan reka medis tersebut, pasien bebas untuk mengambil obat di kami ataukah tidak. Jadi tidak ada paksaan,” jelas Jeng Ana.

Bu Melati waktu itu langsung mengambil paket obat yang disiapkan Jeng Ana. Hasilnya, ujar Bu Melati, sekitar seminggus etelah mengkonsumsi ramuan yang diberikan Jeng Ana, efeknya sudah terasa. “Biasanya saya menderita demam sangat tinggi, setelah minum herbal dari Jeng Ana demamnya banyak sekali menurun. Bahkan sekitar 3 minggu kemudian saya lakukan medical check up ke laboratorium, dan hasilnya sangat memuaskan, infeksinya tinggal sedikit,” ujar Bu Melati.

Perkembanan positip ini kian memotivasi Bu Melati untuk lebih rajin mengkonsumsi herbal dan menjauhi pantangan sesuai anjuran Jeng Ana. Walhasil, pada pemeriksaan laboratorium terakhir, beberapa bulan lalu, menunjukkan bahwa penyakit yang diderita Bu Melati sudah bersih. “Saya sangat bersyukur dan bahagia sekali dengan hasil luar biasa ini,” tutur Bu Melati. (*)

 

 

 

 


Permalink to Idap Penyakit Mematikan, Cinta Penelope Berobat ke Jeng Ana

Idap Penyakit Mematikan, Cinta Penelope Berobat ke Jeng Ana

Klinik Herbal Jeng Ana yang berlokasi di Jalan Kalibata Timur I, No.47 Jakarta Selatan, pekan lalu, kembali disambangi selebriti yang mempunyai masalah dengan kesehatannya. Kali ini, adalah Cinta Penelope bersama Dony sang kekasih yang berencana naik pelaminan pada 5 Maret mendatang.

Dihadapan Jeng Ana, Cinta menceritakan penyakitnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kata Cinta, dirinya mengalami kekurangan kalium. “Jadi kaliumku 3,2. Dan itu kata dokter sangat bahaya, karena banyak yang berakhir dengan kematian kalau tidak diatasi dengan cepat,” ungkap perempuan pemeran di film Jeritan Danau Terlarang tak kuasa menahan tangisnya.

Sebab bagi Cinta kesedihan yang luar biasa bukan karena rencana pernikahan yang harus tertunda, tetapi karena saat ia mendengarkan penjelasan dari dokter terkait sakitnya itu. Oleh sebab itu tutur Cinta, “Pernah sampai kehilangan kesadaran, mungkin karena sakit yang amat sangat ya di bagian kepala. Sehingga karena ngedrop,  Aku pingsan di rumah. Seluruh listrik di tubuh aku seperti mati, blank semua.”

Untuk itu, Jeng Ana, meminta Cinta untuk tetap menjaga kondisi. Kalaupun pernikahan tetap dilaksanakan, dia meminta Cinta tidak terlalu lelah.

“Sebab kalau saya lihat dari hasil lab, memang ada pembengkakan di limpa akibat kurangnya kalium. Tapi tetap bisa disembuhkan, asalkan Cinta punya semangat dan menjalani terapi dengan teratur,” pinta Jeng Ana terakhir sempat menangani Mpok Nori lantaran terserang neprosiasis.

“Untuk saat ini tidak memungkinkan buat Cinta untuk berdiri terlalu lama. Berisiko tinggi, dia bisa pingsan. Makanya harus dijaga saja kondisinya supaya keseimbangan tubuh tetap terjaga,” ujar Ratu Herbal Indonesia.

Sebab kekurangan kalsium itu, merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang fungsi otot dan tubuh akan mudah lelah, sehingga sulit untuk beraktivitas. Bahkan, penyakit tersebut kabarnya tergolong penyakit yang mematikan. “Makanya sama Aku dokter sempat bilang kalau telat dalam penanganan bisa tak berumur panjang,” celoteh Cinta kalem.

Demi mengerti lebih mendalam, maka Cinta sempatkan untuk mencarinya di internet. “Karena dokter bilang kalau penyakit aku ini bahaya. Makanya saat googling ternyata di angka tiga. Itu memang bahaya, bisa kena stroke. Di angka dua itu bisa sebabkan kematian,” kata Cinta yang pernah terkena penyakit ginjal.

“Makaya dulu karena sakit ginjal Aku divonis tiga bulan umurnya. Eh sekarang vonisnya bukan tiga bulan, malah lebih cepat,” ucap Cinta kelahiran Jakarta, 15 April 1984.

“Pokoknya sepanjang taat dan mengikuti secara rutin untuk mengkonsumsi ramuan herbal. Insya Allah bisa disembuhkan,” tegas Jeng Ana, Ratu Herbal Indonesia.


Permalink to Klinik Herbal Jeng Ana Buka Cabang di Balikpapan

Klinik Herbal Jeng Ana Buka Cabang di Balikpapan

Kabar gembira bagi masyarakat daerah Balikpapan dan sekitarnya. Mulai tanggal 5 Februari 2014 ini, Klinik Herbal Jeng Ana membuka cabang di Balikpapan, kalimantan Timur.

Lokasi klinik cukup strategis dan mudah dijangkau, yakni di Ruko Jalan Jenderal Sudirman No. 41A. Seperti cabang-cabang lain, klinik ini dipimpin oleh asisten yang telah dipersiapkan khusus oleh Jeng Ana. Selain itu Jeng Ana sendiri juga akan rutin berpraktik disini minimal sekali dalam sebulan.

Menurut Jeng Ana, pembukaan cabang di Balikpapan ini untuk memenuhi permintaan para pasien yang berada di daerah Kalimantan. “Selama ini banyak sekali pasien yang datang langsung ke Jakarta dari Kalimantan. Ini tentunya sangat berat bagi mereka. Selaian ongkos transportasinya mahal, juga merepotkan. Apalagi bagi pasien yang penyakitnya berat. Karena itu, untuk mempermudah mereka, kami membuka cabang disana,” kata Jeng Ana di Jakarta, Jumat (31/1/2014).

Meskipun statusnya sebagai klinik cabang, Jeng Ana menjamin bahwa pelayanan yang diberikan sama dengan yang ada di klinik pusat. Baik cara penanganan maupun obat-obat yang diberikan kepada pasien, kata Jeng Ana, sama persis. “Karena asisten dan tenaga yang bertigas disana sudah dipersiapkan dan dilatih secara khusus. Sedangkan obat-obatan yang diberikan kepada pasien juga didatangkan langsung dari Jakarta. Jadi, saya sendiri yang meramu obat itu, kemudian dikirimkan ke cabang,” tutur perempuan murah senyum ini.

Karena itu, Jeng Ana meminta agar pasien tidak ragu untuk datang ke klinik cabang, baik yang di Balikpapan maupun cabang-cabang lainnya. “Kami punya standar untuk semua cabang, yang penerapannya kami jaga dengan ketat,” tegasnya.

Mengenai persyaratan bagi pasien yang berobat, Jeng Ana kembali mengingatkan agar calon pasien tidak lupa membawa rekam medis atau hasil uji lab. Sedangkan bagi mereka yang belum memiliki, Jeng Ana menyarankan untuk melakukan uji lab dulu sebelum datang ke klinik. “Mengapa harus begitu? Karena ini demi kebaikan pasien sendiri. Bukan berarti kami tidak bisa mendiagnosa penyakit yang diderita pasien, tetapi dengan rekam medis atau hasil lab yang dibawa, maka pasien akan lebih yakin dengan penyakit yang dideritanya sendiri. Sehingga dengan keyakinan itu, obat yang kami berikan juga bisa lebih mengena. Karena dalam berobat, keyakinan itu sangat penting,” ujar Jeng Ana.

Dalam rangka pembukaan klinik cabang Balikpapan, Jeng Ana akan praktik langsung di klinik baru itu pada tanggal 5 – 6 Februari nanti. Karena itu bagi para calon pasien di daerah Kalimantan dan sekitarnya yang hendak berobat sebaiknya mendaftar langsung ke klinik yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No.41A, Balikpapan, tersebut. (*)

 

 

 

Page 6 of 60« First...45678102030...Last »

Index