Info Terkini


Permalink to Menantu Rhoma Irama Akhirnya Hamil Setelah Konsumsi Herbal Jeng Ana

Menantu Rhoma Irama Akhirnya Hamil Setelah Konsumsi Herbal Jeng Ana

Rona kebahagiaan tak bisa disembunyikan oleh Vicky Rhoma. Putra Raja Dangdut Rhoma Irama ini mengaku sangat bahagia setelah mengetahui bahwa istri tercintanya, Rika Herman, hamil.

Pasangan Vicky-Rika memang sudah lama mengidamkan kehadiran momongan. Sejak awal pernikahannya dengan pemeran sinetron Jaka Tingkir MNCTVini, beberapa tahun lalu, Vicky pun menginginkan agar istrinya segera hamil. Namun, keinginan tersebut tak kunjung terwujud, sehingga pasangan ini mengikuti berbagai program terapi kehamilan secara medis. ”Ke dokter pernah tapi nggak berhasil,” ujar Rika saat ditemui di klinik Ratu Herbal Jeng Ana, Kalibata Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (27/10).

Vicky pun mengaku sempat hampir putus asa dengan kondisi ini. “Saya pasrah karena istri pernah keguguran dan sulit hamil lagi,” jelas ‘motor’ dari grup Sonet Rock ini.

Namun begitu Vicky dan Rika tak menyerah begitu saja. Berkat saran sejumlah rekan artis yang akrab dengan Jeng Anna, akhirnya berani mendatangi klinik terapi herbal tersebut. “Sebenarnya saya kurang suka ramu-ramuan, karena rasanya pahit. Tetapi sebagai bentuk ikhtiar, saya berusaha mengkonsumsi obat yang diberi Jeng Ana,” sambung Rika.

Dan hasilnya ternyata benar-benar diluar dugaan. “Setelah mencoba obat herbal Jeng Ana, eh saya telat datang bulan. Lalu periksa sampai 10 tes pack, sampai beli yang mahal baru deh ketahuan hamil. Dokter bilang masuk lima minggu. Alhamdulillah Allah berikan jalannya lewat Jeng Ana,” tegas Rika.

Vicky menganggap kehamilan istrinya sebagai bentuk anugerah dari Allah. “Saya dan istri sangat bersyukur sekali. Mungkin ini jalan yang diberikan Allah SWT. Melalui bantuan terapi herbal yang nggak begitu lama, kok ternyata bisa berhasil,” tutur Vicky.

 

Sementara itu menurut Jeng Ana,  Rika mengalami kesulitan hamil karena adanya gangguan hormon.  ”Waktu awal datang kesini mau program keturunan, lalu katanya mbak Rika gangguan hormon. Itu kan bahaya. Kalau asal minum obat hormon, nanti malah jadi makin bahaya. Makanya dikasih obat herbal, karena ini dari tumbuh-tumbuhan,” jelas pemilik nama asli Ina Soviana itu.

Kini, meski sudah hamil, Rika terus menjalani terapi herbal dengan bimbingan Jeng Ana. Apalagi, menrut Vicky, terapi herbal jauh lebih sehat bagi istrinya.  ”Saya memang lebih suka ke herbal, lebih alami dan murni, tanpa efek samping,” jelas Vicky.


Permalink to Jeng Ana Hadiahi Tukul Arwana Kue Ulang Tahun

Jeng Ana Hadiahi Tukul Arwana Kue Ulang Tahun

Ada adegan spesial di sela-sela syuting Bukan Empat Mata, Rabu (18/10) lalu. Jeng Ana yang didaulat sebagai bintang tamu dalam Bukan Empat Mata yang mengangkat tema Mati Suri, memberikan kado spesial buat sang pembawa acara, Tukul Arwana. Sebuah kue ulang tahun. Dua hari sebelumnya, 16 Oktober, Tukul memang berulang tahun yang ke 50.

Tukul mengaku surpraise mendapat kue ultah dari herbalis berjuluk Ratu Herbal Indonesia. Alhasil, di sela rehat pengambilan gambar, kedua publik figur itu saling bertukar pengalaman hidup. Jeng Ana, mengaku banyak belajar dari kesuksesan Tukul Arwana.

“Mas Tukul ini salah satu mentor saya, lho!” seloroh Jeng Ana sambil memamerkan lesung pipitnya.

Menurut Jeng Ana, sosok Tukul adalah seorang yang memiliki kepribadian luar biasa. Sebelum meraih kesuksesan, Tukul sudah menggeluti berbagai profesi. Bahkan pernah menjadi sopir truk. Meski begitu, setelah sukses diraih Tukul tidak berubah jadi sombong dan lupa diri. Ia tetap menjaga silatarhim dengan teman-temannya semasa susah. Jiwa sosialnya juga tinggi. Misalnya sering membantu kesulitan orang lain, terutama para sahabatnya.

“Saya rasa menjaga silaturahim itu kunci utama kesuksesan Mas Tukul, sehingga karirnya tetap kinclong sampai sekarang. Tuhan memang sangat mencintai seorang hamba yang menjaga silaturahim. Contoh kongkritnya ya Mas Tukul ini,” tutur Jeng Ana sambil melirik Tukul Arwana yang duduk di sebelahnya.

Tukul pun tak kurang memuji Jeng Ana. Menurutnya, Jeng Ana sosok perempuan yang tangguh. Sebagai bukti, namanya tetap eksis di tengah persaingan penyembuhan herbal yang terus menjamur. Bahkan, ketenaran Jeng Ana sudah menyamai selebrititis papan atas.

“Klinik herbal Jeng Ana itu cabangnya ada di mana-mana. Ini bukti kristalisasi keringat Jeng Ana. Nggak gampang lho jadi penyembuh itu. Kalau cabangnya banyak dan berkembang, itu kan artinya Jeng Ana memang bertangan dingin dalam menyembuhkan pasien,” tegas Tukul, yang kali ini dengan nada serius.

Di tengah obrolan, Jeng Ana juga mengaku sering mampir di Warung Bakso Tukul. Ia mengungkapkan ketertarikannya untuk ikut membeli franchise bisnis ini. Tukul pun menghadiahi Jeng Ana dengan tepuk tangannya yang khas. “Imaging…imaging…!!” canda Tukul.

 


Permalink to 12 Tahun Konsumsi Obat Tak Kunjung Sembuh, Kini Andika Sehat Berkat Jeng Ana

12 Tahun Konsumsi Obat Tak Kunjung Sembuh, Kini Andika Sehat Berkat Jeng Ana

Orang tua mana yang tidak cemas melihat anaknya sakit-sakitan. Ini pula yang dirasakan Kuswadi dan istri lantaran anaknya, Andika (12 tahun), terus sakit-sakitan. Demi menjaga kesehatannya, bocah kelas 6 SD itu pun harus mengkonsumsi obat setiap hari selama bertahun-tahun.

“Setiap hari harus meminum obat dari dokter, pagi siang dan sore. Ini berlangsung sudah 12 tahun. Kalau tidak diminum, pasti akan nyesek,” terang Ny Kuswadi saat mendampingi Jeng Ana di studio Jak TV, beberapa waktu lalu.

Ironisnya, sambung Kuswadi, dokter tidak pernah mengetahui penyakit apa sebenarnya yang diderita anaknya. “Semula diduga asma, tetapi setelah dicek darah dan pemeriksaan lainnya ternyata bukan asma. Tetapi dokter memberi obat yang harus dikonsumsi setiap hari. Kami jadi bingung,” ujarnya.

Suatu ketika, kata Ny Kuswadi, sekitar bulan Juni 2013 yang lalu, Andika terus menerus mengalami pendarahan di hidung. Terkadang juga muntah darah. “Ketika kami bawa ke dokter, dibilang bahwa anak saya hanya mengalami panas dalam. Tetapi kami tidak yakin, masa iya panas dalam bisa mengakibatkan pendarahan terus menerus. Kami terus berdoa memohon kepada Allah supaya diberi petunjuk bagi kesembuhan anak saya,” ujarnya.

Karena kondisi ini, Kuswadi dan istri berusaha mencari pengobatan alternatif. Hingga akhirnya bertemu dengan Klinik Herbal Jeng Ana. “Kami datang ke Klinik Jeng Ana bulan Juni yang lalu dengan membawa semua rekam medis dan hasil rontgen anak saya. Baru saat itu, kami mengetahui kalau anak saya mengalami pembengkakan di limfa,” terang Kuswadi.

Menurut Jeng Ana, apa yang dialami oleh Andika merupakan penyakit yang terjadi akibat terminumnya air tuba oleh bayi saat sebelum lahir. Ini bisa diketahui dari hasil tes darahnya. “Jadi, waktu pertama datang ke klinik, ketika melihat kondisi adik Andika, saya minta agar dilakukan cek darah. Dari hasil uji lab itu diketahui bahwa adik Andika ini punya riwayat alergi. Ini terlihat dari kandungan enzimnya,” terang Jeng Ana.

Selain itu, lanjut Jeng Ana, Andika juga mengalami gangguan kekebalan (imun) pada darahnya. Hal inilah yang membuatnya tergangtung pada obat kimia. “Bayangkan selama 12 tahun harus mengkonsumsi berbagai macam obat tetapi tak juga kunjung sembuh. Kalau ini diteruskan bertahun-tahun lagi bisa membahayakan ginjalnya,” tutur Jeng Ana.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Jeng Ana pun memberikan herbal kepada Andika. Karena usianya masih anak-anak, Jeng Ana hanya memberikan sarang semut dan herbal dalam bentuk kapsul. “Alhamdulillah ternyata setelah mengkonsumsi ramuan dari kami, kondisi Andika berangsur membaik, dan bahkan saat ini sudah sembuh, tidak lagi tergantung pada obat-obatan kimia,” ujar Jeng Ana.

Kuswadi pun membenarkan bahwa anaknya saat ini sudah sembuh sekitar 99 persen setelah mengkonsumsi obat dari Jeng Ana. “Andika sudah bisa beraktivitas normal seperti anak –anak lainnya, sudah tidak tergantung lagi dengan obat dokter, tidak harus disuntik tiap hari. Saya benar-benar bahagia dan senang. Terimakasih kepada Jeng Ana,” ucap Kuswadi.

Saat ini Andika masih terus melanjutkan pengobatan di Jeng Ana, yakni baru masuk ke paket kedua. Kondisi Andika sendiri memang sudah nampak sangat sehat. Badannya lebih gemuk dan mobilitasnya juga lebih aktif. “Yang jelas daya tahan atau kekebalan adik Andika saat ini sudah jauh lebih kuat dibanding sebelumnya,” tambah Jeng Ana.

Pemilik Klinik Herbal Jeng Ana ini pun menjelaskan bahwa bagi pasien yang selama ini sudah berobat ke dokter dan mengkonsumsi obat-obatan dari dokter, tidak harus langsung berganti dengan herbal. “Kalu pasien masih cemas atau ragu dengan herbal, maka bisa dikombinasikan terlebih dahulu. Kasih jeda atau selisih waktu sekitar 2 jam. Jadi, setelah minum obat dokter baru sekitar dua jam kemudian minum obat dari Jeng Ana. Nanti pelan-pelan setelah mengetahui efek dan perkembangannya, pasien baru disarankan meninggalkan obat kimia,” ujarnya.

Kepada pasien yang masih ragu dengan herbal, Jeng Ana juga membuka diri untuk sekedar datang berkonsultasi. “Jadi, pasien yang datang ke kami tidak wajib untuk membeli obat. Datang untuk konsultasi saja juga tidak apa-apa. Kami tidak pernah memaksakan pasien untuk membeli obat. Kami beri kebebasan kepada pasien setelah mendengar penjelasan dari kami,” terang Jeng Ana.

 

 

Page 6 of 57« First...45678102030...Last »

Index