Info Terkini


Permalink to ‘Saya Mengalami OAT dan Ingin Normal Kembali’

‘Saya Mengalami OAT dan Ingin Normal Kembali’

Saya pria umur 31 tahun, sudah menikah selama 2 tahun 4 bulan..beberapa bulan yang lalu.  Saya periksa analisis sperma di laborataorium. Hasilnya disimpulkan bahwa saya mengalami OLIGOASTENOTERATOZOOSPERMIA dengan kedaan sbb:

MAKROSKOPIS
– Volume : 5.0 mL
– Bau : khas
– Warna : putih keabu-abuan
– pH : 8.0
– Liquefaksi : 55 menit
– Viskositas : 2 cm

MIKROSKOPIS
– Konsentrasi : 4.6 10^6/mL
– Jumlah : 23 10^6/ejakulat
– Motilitas:
1. excellent : 0 %
2. good : 27 %
3. good + Excellent : 27 %
4. poor : 15 %
5. none : 58 %

Aglutinasi : negatif
Lekosit : –
Viabilitas : 44 %

MORFOLOGI:
Normal : 8 %
Abnormal : 92 %

Kesimpulan : OLIGOASTHENO-TERATOZOOSPERMIA

Mohon penjelasan dari Jeng Ana, obat atau ramuan atau makanan yang harus saya komsumsi agar kualitas sperma saya bisa menjadi normal.  Dan apakah bisa berobat/ konsultasi tanpa datang langsung ke klinik mengingat tempat tinggal kami jauh? Terimakasih

 

JAWAB:

Oligoasthenoteratozoospermia sering disebut OAT, yakni suatu kondisi yang menggambarkan oligozoospermia (jumlah sperma sedikit), asthenozoospermia (pergerakan sperma tidak normal), dan teratozoospermia (bentuk sperma abnormal). Kondisi ini merupakan salah satu penyebab gangguan kesuburan pada pria.

Tetapi Anda jangan cemas atau khawatir. Semua masalah pasti bida diatasi selama kita mau berusaha, karena kita punya Tuhan yang pasti menyediakan obat terhadap semua penyakit atau masalah yang ditimpakan kepada hambaNya.

Anda juga perlu mengetahui bahwa hasil tes di laboratorium tidak selalu sama. Bisa saja hasil lab Anda hari ini akan berubah dengan hasil tes hari berikutnya. Karena itu sebaiknya Anda lakukan tes ulang untuk memastikannya.

Tes sperma terbaik dilakukan pagi hari, sekitar jam 07.00 hingga 08.00. Dan sebelumnya Anda harus bepuasa terlebih dulu agar Anda tidak menyemburkan sperma. Bila sperma masih keluar, sebaiknya tunda dulu melakukan tes lab.

Lantas, bagaimana cara mengatasi maslaah ini agar Anda bisa menghamili istri Anda? Banyak cara yang bisa Anda tempuh. Diantaranya konsumsi buah berwarna merah setiap hari. Semakin banyak semakin baik. Contohnya tomat merah dan semangka. Semangka dipercaya secara ilmiah bisa meningkatkan kegesitan sperma.

Selain itu gunakan celana dalam yang longgar. Malah lebih baik bila Anda tidak mengenakannya supaya kantong testis bisa melenggang bebas. Testis yang menempel ke tubuh bisa menyebabkan suhu terlalu panas dan bisa merusak kualitas benih Anda.

Lakukan olahraga cukup. Tapi jangan lakukan olahraga bersepeda, karena diduga bisa menyebabkan cidera pada testis dan menurunkan kualitas sperma.

Selanjutnya lakukan hubungan seks setiap hari. Cukup sekali saja, tetapi berkualitas. Usahakan Anda orgasme duluan, baru beberapa saat kemudian istri Anda. Hal ini bertujuan untuk membantu sperma cepat sampai ke tujuan.

Mengenai konsultasi jarak jauh, bias saja dilakukan. Yang terpenting Anda dan istri Anda mengirimkan hasil pemeriksaan lab terlebih dulu kepada kami, dan laporkan terus perkembangan selama menjalani terapi.


Permalink to Menikah 10 Tahun Belum Dikaruniai Anak

Menikah 10 Tahun Belum Dikaruniai Anak

Saya telah menikah selama 10 tahun. Namun belum dikarunia anak. Sudah pernah ke dokter dan dari hasil pemeriksaan dokter, bahwa kemungkinan untuk bisa hamil hanya 3%. Karena sperma suami dinyatakan 0%. Tidak ada sama sekali. Sedangkan pemeriksaan pada saya, tidak ada kendala apa saja.

Mohon bantuannya dari Klinik Herbal Jeng Ana, apakah ada solusi yang bisa kami jalani? Demikian dan terima kasih

Gusnelli

Gusnelli66@yahoo.co.id

Jawaban:

Masalah kesuburan memang bisa jadi membuat pusing seseorang yang sudah berstatus suami dan istri. Bahkan ada pula yang sampai stres dalam jangka pendek maupun panjang karena pasutri tak segera memperoleh momongan yang diidamkan. Mudah-mudahan saja Anda tidak mengalami keadaan seperti ini, dan yakinlah Allah SWT akan memberikan jalan keluar yang terbaik. Datanglah bersama pasangan Anda ke klinik saya.

Sudah banyak pasien yang mengalami permasalahan seperti Anda yang syukur Alhamdulillah bisa kami bantu. Semoga ridho Allah ada bersama kita, sehingga Anda bisa membuktikan kemujaraban racikan herbal kami untuk masalah yang Anda hadapi bersama pasangan. Kami tunggu kehadirannya.

 


Permalink to ‘Adenomyosis Saya Sembuh Tanpa Operasi Angkat Rahim’

‘Adenomyosis Saya Sembuh Tanpa Operasi Angkat Rahim’

Operasi angkat rahim adalah momok yang sangat menakutkan bagi semua kaum hawa. Wajar saja, karena operasi bedah jenis ini memang memiliki dampak yang cukup serius. Bukan hanya kemampuannya untuk menghasilkan keturunan yang hilang, nyawa pun bisa saja melayang bila operasi yang dilakukan ternyata gagal.

Ketakutan seperti inilah yang sempat dirasakan oleh Ibu Ratih ketika dokter memvonisnya harus menjalani operasi angkat rahim. Penderita adenomyosis atau penebalan dinding rahim ini tak begitu saja memenuhi saran dokter. Dia lebih memilih untuk menempuh jalan alternatif, sehingga akhirnya berobat ke Klinik Herbal Jeng Ana.

Syukur alhamdulillah, Tuhan rupanya memberi kejodohan kepada Ibu Ratih dengan berobat ke Jeng Ana. Hanya beberapa bulan setelah menjalani terapi di Jeng Ana, Ibu Ratih terbebas dari penyakit yang semula menyiksanya itu. Berikut kesaksian yang disampaikan Ibu Ratih ketika tampil pada acara ‘Medika Natura’ bersama Jeng Ana di Jak TV, beberapa waktu lalu.

“Masalah saya waktu itu penebalan dinding rahim (adenomyosis). Kejadiannya sekitar bulan Februari yang lalu. Semula saya kira darah yang keluar adalah haid biasa. Tetapi sudah satu minggu ternyata darah keluar terus, tidak berhenti. Kemudian sampai dua minggu, darah masih juga mengalir. Karena sudah tiga minggu darah tidak juga berhenti, maka saya datang ke bidan. Dari bidan kemudian dirujuk ke dokter.

Di situ saya diperiksa, sampai transvagina. Dari pemeriksaan itu saya terus diberi obat. Tetapi sudah 10 hari meminum obat, darah tetap keluar. Kali ini darah menggumpal. Jumlahnya banyak sekali, sampai saya menjadi lemas.

Kemudian saya kembali ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Kondisi penyakit bukannya berkurang, tetapi makin parah. Pengobatan juga ditingkatkan, dari yang semula hanya dua kali sehari mejadi 3 kali sehari.

Karena kondisi tak kunjung membaik, maka pada 20 April 2011 yang lalu dokter memutuskan bahwa saya harus menjalani operasi angkat rahim. Sebelum menjalani operasi, saya diperiksa ginjal dan tekanan darah terlebih dulu. Karena waktu itu tekanan darah saya tinggi 160/130, maka operasi ditunda, menunggu turunnya tekanan darah. Hanya dilakukan penyedotan darah saja.

Alhamdulillah kemudian tekanan darah turun. Tetapi saya tidak langsung memenuhi saran dokter untuk menjalani operasi. Saat itu lah saya mencoba cara alternatif dengan datang ke Jeng Ana. Alhamdulillah, berkat terapi herbal yang saya jalani di Jeng Ana, sekarang penyakit itu sudah tidak ada lagi. Tanpa harus menjalani operasi sebagaimana disarankan dokter, saya bisa sembuh.”

Page 6 of 65« First...45678102030...Last »

Index