Kesaksian


Permalink to Baru Konsumsi Satu Paket, Kanker Payudara Iin Sembuh

Baru Konsumsi Satu Paket, Kanker Payudara Iin Sembuh

Derita yang dialami Iin kini berakhir sudah. Kanker payudara yang semula menyiksa perempuan berusia 30-an ini telah sembuh setelah berobat di Klinik Herbal Jeng Ana.

Iin semula tidak tahu kalau yang diderita adalah kanker payudara. “Rasanya sakit banget, seperti ditarik-tarik. Ada benjolan seperti bisul yang semakin lama semakin besar,” terangnya beberapa waktu lalu.

Karena tak tahan dengan rasa sakitnya, dia lantas membawanya ke pengobatan alternatif semacam dukun. “Saya dikasih obat oles. Tapi yang terjadi bukannya sembuh tapi malah muncul bisul-bisul merah,” ujarnya.

Kondisi ini kian membuat Iin cemas. Dia lantas berobat ke dokter. Saat itulah Iin baru mengetahui kalau dirinya tengah mengidap kanker payudara. Tepatnya tanggal 20 Juli 2012. “Setelah dilakukan USG, dokter menyarankan agar saya menjalani operasi,” tuturnya.

Mendengar saran dokter, perempuan yang mengenakan jilbab ini tak serta memenuhinya. Dia justru semakin ketakutan. Apalagi sering tersiar kabar bahwa orang yang melakukan operasi kanker payudara kerap kali gagal. “Karena itu setelah mendengar soal Jeng Ana, saya langsung tertarik untuk berobat disini,” katanya.

Saat datang ke Jeng Ana, kondisi kanker yang dialami Iin sudah cukup parah. Abses yang muncul di payudara kanannya berukuran sekitar 8x5x6 cm, sudah mengeluarkan darah dan nanah. Baunya juga tidak sedap. “Waktu itu Jeng Ana memberi saya satu paket ramuan dan juga obat oles seperti salep,” ujar Iin.

Selain diberi obat-obatan, Iin juga diberi arahan tentang pola makan serta pantangan-pantangannya. “Karena pingin sembuh, saya benar-benar jalankan sepenuhnya arahan dari Jeng Ana, meskipun rasanya berat,” ucapnya.

Alhamdulillah, baru satu paket herbal dari jeng Ana dikonsumsinya, kondisi Iin sudah membaik. Untuk memastikan kondisinya, sekitar bulan Oktober 2012, dia melakukan USG. “Ternyata lesi dan kanker saya sudah tidak ada. Luka seperti bisul itu juga sudah kering,” jelasnya.

Meski demikian, Iin tetap melanjutkan pengobatan dengan mengambil paket kedua. Alasannya, Iin ingin agar kesembuhannya benar-benar sempurna. Walhasil, saat ini Iin benar-benar sudah terlepas dari kanker yang menjadi momok kaum hawa tersebut.

 

 

 


Permalink to Keputihan Yang Dialami Rita Sudah Mengarah ke Kanker Mulut Rahim

Keputihan Yang Dialami Rita Sudah Mengarah ke Kanker Mulut Rahim

Keputihan merupakan gangguan yang pernah dihadapi hampir semua wanita. Tapi, jangan pernah meremehkan keputihan, karena kalau dibiarkan bisa menjadi penyakit yang berbahaya, bahkan mematikan.

Inilah yang dialami oleh Rita. Ibu rumah tangga berusia 40 tahun ini semula menganggap keputihan yang diidapnya hanyalah penyakit biasa, sehingga cenderung membiarkannya. Namun karena keputihan itu semakin menjadi-jadi, Rita kemudian memeriksakannya ke dokter.

“Setelah berobat keputihan itu memang sembuh, makanya saya tidak khawatir. Tetapi tak lama setelah itu keputihan muncul lagi. Begitu terus berulang-ulang,” jelas Rita di studio Jak TV, beberapa waktu lalu.

Bahkan kali ini keputihan yang dialaminya disertai dengan rasa nyeri dan panas. Selain itu perutnya juga kerap mengalami kembung. Karena itu dia pun melakukan pemeriksaan lab atau papsmear. Hasilnya cukup mengejutkan bagi Rita. “Ternyata ada kista kecil. Selain itu juga mulai terjadi radang di mulut rahim,” terang Rita.

Mengatasi hal ini, Rita pun kemudian memilih jalur pengobatan herbal, yakni ke Klinik Herbal Jeng Ana. “Habisnya, berobat ke dokter ternyata sembuhnya sebentar, dan setelah itu kambuh lagi dan lagi,” ujarnya.

Menurut Jeng Ana, sembuh dan kambuh yang dialami Rita itu terjadi karena obat yang diberikan oleh dokter biasanya berupa antibiotik. “Jadi, ketika meminum obat, keputihannya hilang. Tetapi setelah tidak meminum obat, keputihan muncul lagi,” terang Jeng Ana.

Untuk kasus yang dialami Rita, menurut Jeng Ana, memang belum bahaya. Namun, katanya, bila hal ini dibiarkan, efeknya bisa berbahaya. “Infeksi atau radang mulut rahim itu bila tidak segera diobati, maka akan berkembang menjadi kanker mulut rahim,” jelas Jeng Ana.

Seperti diketahui, kanker mulut rahim merupakan salah satu jenis kanker kewanitaan yang cukup berbahaya. Selain tidak bisa memiliki keturunan, penderita kanker ini juga bisa terancam nyawanya bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

Karena itu Jeng Ana selalu menyarankan agar kaum wanita jangan pernah malas untuk melakukan papsmear atau USG. “Minimal setahun sekali harus dilakukan. Karena penyakit kewanitaan seperti kista, miom atau kanker rahim dan sejenisnya hanya bisa diketahui dari hasil pemeriksaan lab. Gara-gara malas papsmear banyak pasien yang baru mengetahui adanya kanker ketika sudah memasuki stadium lanjut,” terangnya.

Untuk kasus yang dialami Rita, hal pertama yang dilakukan Jeng Ana adalah melakukan perbaikan hormon yang bermasalah. “Jadi, obat-obatan yang kami tekankan untuk Bu Rita adalah perbaikan hormon agar seimbang. Kalau hormonnya sudah seimbang otomatis keputihan ataupun penyakit yang menyertainya akan hilang,” ujarnya.

Selain itu, karena Rita sudah mengalami radang di mulut rahimnya, Jeng Ana juga memberinya salep. “Alhamdulillah setelah minum ramuan Jeng Ana satu paket, sekarang saya sudah tidak pernah mengalami sakit lagi. Tapi saya masih melanjutkan ke paket kedua untuk penyembuhan total,” aku Rita.

Selain mengkonsumsi herbal, kata Jeng Ana dan Rita, yang tak kalah pentingnya adalah pola makan dan gaya hidup. “Harus disiplin dalam menghindari makanan-makanan yang bisa memicu terjadinya keputihan. Dan tentu saja juga harus menjaga kebersihan,” kata Jeng Ana.


Permalink to Kini Ibu Sri Terbebas dari Miom Dan Kanker Serviks

Kini Ibu Sri Terbebas dari Miom Dan Kanker Serviks

Rizky kini tak perlu lagi cemas akan kondisi kesehatan ibundanya. Penyakit miom dan kanker serviks yang semula diidap ibunda pemuda 20-an tahun ini sekarang sudah sembuh setelah berobat di Klinik Herbal Jeng Ana.

Ibu Sri, demikian nama ibunda Rizky, semula sering menderita sakit di bagian perut. “Saya waktu itu sering mengalami sakit yang cukup parah di perut bagian bawah pusar dan juga sering demam,” kata Ibu Sri di studio Jak TV, beberapa waktu lalu.

Sebagai seorang anak yang berbakti, Rizky pun sibuk mencarikan pengobatan buat sang ibunda. Semula, dia menduga hal itu hanya sakit perut biasa, sehingga hanya memijat dan mengolesi perut dengan minyak angin atau kayu putih.  “Tapi karena sakit terus berlanjut, maka kami membawanya berobat ke dokter. Ini terjadi berkali-kali,” terang Rizky.

Dari pemeriksaan dokter kemudian diketahui bahwa sakit yang diderita oleh Ibu Sri adalah miom dan juga gejala kanker serviks. Mendengar hal ini, Ibu Sri tentu panik. Meskipun miom yang dideritanya saat itu masih berukuran sangat kecil, namun kanker serviks yang juga diidapnya sudah cukup mengkhawatirkan.

Karena tidak mau melakukan pengobatan melalui jalur operasi, Ibu Sri berusaha mencari pengobatan alternatif. “Kami sudah mencoba berbagai pengobatan alternatif dan herbal, tetapi ibu saya tak kunjung sembuh. Hingga akhirnya kami mendengar adanya pengobatan di Klinik Jeng Ana,” ujar Rizky.

Menurut Jeng Ana, kondisi Ibu Sri saat datang ke kliniknya akhir tahun 2012 lalu, sebenarnya belum terlalu parah. “Miomnya masih kecil. Tetapi yang menjadi penyebab sakit adalah serviks-nya. Meski belum stadium lanjut, namun kondisinya mengkhawatirkan. Jadi demam dan nyeri yang sering diderita Ibu Sri waktu itu adalah karena infeksi serviks tersebut,” terang Jeng Ana.

Kini kondisi Ibu Sri sudah hampir sembuh total. “Kami sudah merasakan efek ramuan herbal Jeng Ana hanya setelah seminggu mengkonsumsinya. Sejak saat itu rasa sakit sudah jarang muncul. Dan setelah sebulan minum ramuan Jeng Ana, saya sama sekali tak merasakan sakit,” kata Ibu Sri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan uji lab terakhir diketahui bahwa miom yang diderita Ibu Sri kini sudah tidak ada lagi. “Hanya serviksnya yang tinggal sedikit, tapi sudah tidak sakit lagi,” ujar Ibu Sri.

Jeng Ana berpesan kepada masyarakat, khususnya pasien, yang menderita penyakit kanker serviks. “Untuk pasien yang menderita kanker serviks diperlukan pemahaman dan kerjasama yang baik oleh suami dan istri. Mereka harus mengurangi hubungan intim. Mengapa? Karena hubungan intim bisa meningkatkan radang di serviks,” jelas Jeng Ana.

Page 10 of 19« First...89101112...Last »

Index