Kesaksian


Permalink to Kanker Payudara Stadium Lanjut Pun Sembuh Tanpa Operasi

Kanker Payudara Stadium Lanjut Pun Sembuh Tanpa Operasi

Kanker payudara merupakan momok yang menakutkan bagi kaum hawa. Pun demikian yang dirasakan oleh Hj Rosidah ketika mengetahui dirinya mengetahui adanya penyakit mematikan tersebut pada payudaranya.

Bersama suami yang setia menemaninya, H Mahyudin, perempuan yang kini usianya sudah 50-an tahun itu pun menempuh upaya medis untuk menyembuhkannya. Sejumlah rumah sakit dan dokter spesialis sudah didatanginya. Tetapim jawabannya sama, yakni tidak ada alternatif lain untuk mengobatinya selain harus melalui jalan operasi.

Tetapi Hj Rosidah tak mau memenuhi saran dokter. “Dengan usia saya yang sudah tua, saya lebih memilih membiarkan penyakit saya daripada harus menjalani operasi,” kata Hj Rosidah.

Yang dia lakukan hanya menjalani kemoterapi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker ganas itu. Tentu saja pembaca tahu bagaimana efek samping kemoterapi terhadap fisik. Bagi mereka yang kondisi fisiknya lemah bisa-bisa efeknya malah lebih buruk.

Di tengah keputusasaan inilah Hj Rosidah mendengar adanya Klinik Herbal Jeng Ana. Tanpa pikir panjang, dia pun diantar sang suami berobat ke Jeng Ana. “Waktu datang je Jeng Ana diameter kanker sudah sekitar 14 cm,” kisah Hj Rosidah.

Dengan penuh keyakinan dan kesabaran, Hj Rosidah menjalani semua arahan Jeng Ana, dan tentu saja mengkonsumsi paket ramuan yang diberikan Jeng Ana. “Alhamdulillah hanya dalam waktu sebulan, rasa sakit yang semula menyiksa kini sudah tidak terasa lagi,” ujarnya.

Memasuki paket kedua, diameter kanker pun berangsur mengecil. Kondisi yang menggembirakan ini berlangsung terus seiring dengan kedisiplinannya mematuhi arahan pengobatan yang dilakukan Jeng Ana. Hingga akhirnya kini setelah memasuki paket ketiga, kanker payudara yang diidapnya sudah benar-benar mengecil, tinggal sisa-sisanya saja. “Saya benar-benar bersyukur, Allah telah menunjukkan kami pengobatan yang tepat,” ungkap Hj Rosidah.

Menurut Jeng Ana, yang dibutuhkan oleh pasien pengidap kanker, apalagi yang kondisinya sudah ganas, adalah keyakinan dan kesabaran. “Allah memberikan penyakit pasti juga memberikan obatnya. Jadi harus yakin dan sabar,” terangnya.

Mengapa kesabaran penting?  Karena, menurut Jeng Ana, kondisi psikis pasien sangat mennetukan penyembuhan kanker. Bahkan banyak penderita kanker yang justru kian memburuk karena mentalnya lemah. “Jadi, seraya berobat, kita harus yakin dan bersabar. Terus berdoa memohon kesembuhan dan memasrahkan kepada-Nya,” terang Jeng Ana.

Hj Rosidah tentunya bukan satu-satunya pengidap kanker payudara yang berobat ke Jeng Ana. Sebelumnya, sudah ratusan pasien dengan penyakit serupa, bahkan ada yang lebih parah, juga pernah ditangani Jeng Ana.

Klinik Herbal Jeng Ana memang memiliki formula khusus dalam memberikan obat herbal kepada pasiennya. “Mungkin kelihatannya semua obat yang kami berikan kepada pasien kelihatan sama, yakni semuanya dari tanaman obat. Tetapi kalau diteliti secara seksama sebenarnya berbeda. Selain komposisinya, juga dosisnya disesuaikan dengan kondisi penyakit pasien,” terangnya.


Permalink to Divonis Dokter Sulit Punya Anak Ternyata Hamil Setelah 3 Bulan ke Klinik Jeng Ana

Divonis Dokter Sulit Punya Anak Ternyata Hamil Setelah 3 Bulan ke Klinik Jeng Ana

Jangan pernah putus asa bila dokter memvonis tidak bisa memiliki keturunan karena penyakit kewanitaan yang Anda alami. Karena bila kita terus berusaha dan Tuhan menunjukkan jalannya, maka tidak ada yang tidak mungkin terjadi, termasuk soal keturunan.

Inilah yang dialami oleh pasangan Ibu Nur Hidayati dan Iwan. Pasangan paruh baya dari Bandung ini memang sempat shock ketika pada tahun 2008 dokter memvonisnya sulit memiliki anak. Penyebabnya adalah kista endometriosis yang sudah dua kali diamali perempuan murah senyum ini.

Menurut Nur, penyakit kista endometriosis itu sudah dialaminya sejak tahun 2005. Pada awal 2006, katanya, dia diantar sang suami melakukan pemeriksaan ke dokter. “Dokter waktu itu menyarankan saya untuk segera melakukan operasi. Kami pun memenuhi saran tersebut, sehingga operasi pengangkatan kista endometriosis itu dilakukan,” jelas Nur Hidayati.

Karena merasa dirinya sudah sembuh, maka Nur melanjutkannya dengan terapi keturunan pada dokter yag sama. Sayangnya, sudah setahun menjalani terapi namun tak kunjung ada tanda-tanda kehamilan. “Waktu itu dokter memberikan obat penyubur setiap bulan. Karena sudah setahun tak membuahkan hasil, maka kami memutuskan untuk berhenti,” terangnya.

Atas kesepatan dengan sang suami, Nur kemudian mencoba cara alternatif. Menurut Iwan, sang suami, beberapa tempat pengobatan alternatif waktu itu sudah didatangi. “Selama hampir dua tahun kami kesana kemari mencari pengobatan alternatif. Betapa terkejutnya ketika kami memeriksakan kembali ke dokter ternyata dikatan bahwa kista endometriosis istri saya tumbuh lagi,” ujar Iwan.

Waktu itu dokter tidak menyarankan jalan operasi, hanya memberi obat-obatan saja untuk diminum. Namu, seraya mengkonsumsi obat dari dokter, pasangan ini juga terus berusaha mencari pengobatan alternatif yang tepat. “Kebetulan kami menonton acara Jeng Ana di televisi dan kami tertarik, sehingga kami memutuskan untuk datang ke klinik Jeng Ana cabang Bandung,” tutur Nur.

Ketika datang ke klinik, Nur ditangani oleh asisten. Ibu Nur pun kemudian diberi paket herbal berupa ramuan godok dan kapsul ekstrak herbal. Selain itu tentu saja juga diberi panduan pola makan yang dibuat langsung oleh Jeng Ana.

“Alhamdulillah ketika paket pertama habis, saya merasakan perkembangan yang sangat berarti. Bila semula kalau menstruasi terasa sakit dan tidak lancar, kali ini sama sekali tidak sakit dan lancar, ya bisa dikatakan normal,” jelas Nur.

Nur pun melanjutkan pengobatan dengan mengambil paket kedua. Perkembangan yang dialami Nur selanjutnya benar-benar mengejutkan. “Pada bulan ketiga, saya agak bingung karena biasanya datang bulan pada tanggal 20 tetapi sampai tanggal 23 belum juga haid. Maka, saya memeriksakan diri ke dokter. Betapa terkejutnya ketika dokter mengatakan bahwa saya positip hamil,” terang Nur seraya tersenyum.

Pihak dokter sendiri juga terkejut dengan apa yang dialami Nur. Karena dokter itu juga yang semula mengatakan bahwa ibu muda ini tidak bisa memiliki keturunan. Dokter juga lebih terkejut, kata Nur, ketika memeriksa kondisi kista yang diderita Nur ternyata sudah tidak ada lagi. “Saya benar-benar bersyukur. Ini suaru anugerah dari Allah melalui jalur Klinik Jeng Ana,” tegas Nur.

Kehamilan Nur pun berjalan lancar, dan kemudian lahir seorang putri cantik yang sehat dan lucu. Kini balita yang diberi nama Kartika ini sudah berumur 1,5 tahun. “Sejak lahir sangat sehat, dan pertumbuhannya juga sangat cepat,” tambah Iwan.

Terhadap apa yang dialami oleh Nur, Jeng Ana menjelaskan bahwa dalam memilih pengobatan alternatif sebaiknya masyarakat harus berhati-hati. “Jangan sembarangan.  Seperti yang dialami oleh Ibu Nur selama dua tahun berobat ke alternatif lain ternyata justru kista endometriosisnya tumbuh lagi. Ini mengapa? Karena seperti halnya pengomatan medis atau dokter yang terkadang terjadi malpraktek, di bidang pengobatan alternatif juga bisa terjadi hal yang sama,” terang jeng Ana.

Yang jelas, tambah Jeng Ana, pengobatan alternatif itu membutuhkan ketepatan dalam menentukan jenis dan komposisi ramuan yang sesuai dengan penyakit yang diderita pasien. “Bila tidak memperhatikan hal tersebut, ya jangan berharap bisa sembuh,” tutur wanita anggun ini.

Di klinik Jeng Ana selalu mengharuskan pasien untuk membawa rekam media ketika berobat atau menjalani terapi. Hal ini dibutuhkan agar  bisa membuatkan obat dengan takaran atau komposisi yang tepat sesuai dengan kondisi penyakitnya. “Obat tradisonal itu bila tidak tepat komposisinya, maka sulit sembuh. Kami menggunakan jenis jamu godok, karena saripatinya benar-benar natural, yaitu yang diminum dari air rebusannya itu. Jadi, bukannya serbuk yang kemudian diseduh dengan air panas. Itu justru tidak boleh,” terang Jeng Ana.

 


Permalink to Kanker Kelenjar Air Liur Bocah 3 Tahun Ini Sembuh Setelah Ditangani Jeng Ana

Kanker Kelenjar Air Liur Bocah 3 Tahun Ini Sembuh Setelah Ditangani Jeng Ana

Pasangan Amang – Siti Badriah sempat mengalami kebingungan dan bahkan stres ketika anak semata wayangnya, Amira, menderita sakit di bagian mulutnya. Bagaimana tidak. Penyakit yang semula dikira sariawan itu ternyata belakangan diketahui merupakan kanker kelenjar air ludah.

“Semula saya periksakan ke klinik. Disitu dibilang bahwa anak saya hanya mengalami sariawan biasa yang akan sembuh dengan sendirinya,” terang Amang ketika memberi kesaksian dalam Acara Medika Natura bersama Ratu Herbal Jeng Ana, pekan lalu.

Namun, setelah seminggu hingga dua minggu, penyakit yang diduga sariawan itu tak juga kunjung sembuh. Sebaliknya, jelas Amang, benjolan yang ada di mulut anaknya justru kian membesar. “Saya jelas sangat cemas dengan kondisi ini. Karena itu saya bawa kembali anak saya ke klinik. Setelah diperiksa, dokter bilang kalau yang diderita anak saya adalah kanker kelenjar air liur yang hanya bisa disembuhkan melalui jalan operasi,” tutur Amang.

Mendengar keterangan dokter, Amang mengaku syok. Apalagi usia anaknya waktu itu masih 3 tahun, sehingga jalan operasi dinilai terlalu berbahaya. “Secara kebetulan suatu saat saya menonton Jeng Ana di televisi, maka saya langsung putuskan untuk membawa anak saya ke Klinik Jeng Ana,” jelasnya.

Waktu itu sekitar bulan Februari 2013 ketika Amang datang ke Klinik jeng Ana dengan membawa rekam medis. Menurut Jeng Ana, yang diderita oleh Amira terjadi karena adanya racun dan virus yang melekat pada sel darah putih di bagian kelenjar air liur. “Infeksi kelenjar ini  mengakibatkan tumbuhnya semacam daging di bawah lidah,” ujar Jeng Ana.

Dari pengalaman selama menangani pasien, kata Jeng Ana, memang banyak diantara mereka yang mengalami kanker lidah atau kanker parotis akibat sariawan akut. Karena itu, pesan Jeng Ana, jangan pernah meremehkan penyakit ringan seperti sariawan. Karena kalau sudah akut kemungkinan besar akan menimbulkan penyakit lain, termasuk kanker.

Dalam kasus yang dialami Amira, kata Jeng Ana, yang terjadi bukan hanya daging tumbuh di bawah lidah, tetapi juga pertumbuhan berat badannya juga terhambat. “Mengapa? Karena  kalau sel darah putihnya bermasalah berarti imun atau kekebalan tubuhnya  berkurang. Kondisi ini mengakibatkan  berat badan saja sulit bertambah, meski makannya banyak,” tuturnya.

Untuk menangani penyakit ini, Jeng Ana hanya memberi sarang semut. “Karena usianya yang masih balita, maka obat herbal yang bisa diberikan hanya itu,” katanya.

Hasilnya, sambung Amang, kondisi Amira berangsur sembuh. Hanya satu paket, kanker kelenjar air ludah Amira bisa sembuh. “Jadi saya hanya sekali saja datang ke Jeng Ana, karena anak saya sudah sembuh. Tidak kelihatan adanya bekas penyakit di mulutnya,” ujar Amang.

Amang pun berpesan kepada pasien yang saat ini kebingungan akan penyakit yang dideritanya. “Saya semula juga bingung apakah penyakit anak saya hanya bisa sembuh dengan cara operasi. Tetapi ternyata sekarang bisa sembuh melalui herbal Jeng Ana. Jadi, kalau sudah berusaha kemana-mana belum sembuh, coba saja berobat ke Jeng Ana. Saya sendiri sudah membuktikan dengan kesembuhan anak saya,” pungkasnya.

 

Page 1 of 191234510...Last »

Index